jatimnow.com - Polres Jember memaparkan pemicu awal pengeroyokan terhadap anggota polisi oleh oknum Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para tersangkanya ini melakukan secara spontan atau tanpa rencana.
Baca juga: Polres Jember Tangkap Residivis Curanmor, Beraksi di 18 TKP
Saat itu, massa dari pesilat PSHT saat sedang konvoi melihat anggota Pamter PSHT masuk ke dalam mobil patroli Polsek Kaliwates.
"Yang mana anggota Pamter ini bertugas melakukan pengamanan internal anggota PSHT, masuk ke mobil patroli polisi secara sukarela," jelasnya.
Baca juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan
"Jadi ada sebagian anggota PSHT melihat, Pamter itu diamankan polisi. Isu itu yang berkembang dan memicu pengeroyokan," sambung Kapolres, Selasa malam (23/7/2024).
Pengakuan tersangka, memukul korban dengan tangan kosong, namun polisi menemukan batu dan tongkat yang terdapat noda darah. Namun polisi masih melakukan penyelidikan.
Baca juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri
Untuk korban, lanjut Bayu, hanya satu orang, yakni Aipda Parmanto Indrajaya dan 4 orang lainnya hanya melakukan pengamanan.
Kapolres menyampaikan, beberapa personil memang saat itu melakukan pengamanan yang tersebar di beberapa titik di kegiatan anggota baru PSHT.
Editor : Endang Pergiwati