jatimnow.com - Tas anyaman plastik karya ibu muda asal Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri jadi buruan jelang lebaran 2023.
Bahkan karena terlalu banyaknya pesanan yang masuk, saat ini ibu muda itu terpaksa harus menutup pemesanan.
Baca juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya
Dwi Ratna Safitri, perajin tas anyaman plastik mengaku terpaksa menutup pesanan sejak pertengahan ramadan lalu, karena terus bertambahnya permintaan. Saat ini, pesanan mencapai 500an lebih.
"Untuk saat ini kita sudah mulai close order, karena permintaan yang terus bertambah-tambah," ungkap Ratna, Selasa (11/4/2023).
Tas anyaman cantik hasil buatan Ratna ini laris manis menjelang lebaran. Selain warna dan desainnya yang modis serta kekinian, harga tas anyaman ini terbilang murah, mulai Rp6.000-Rp50.000an saja, tergantung model dan ukurannya.
Baca juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan
Menurut Ratna, rata-rata pesanan tas tersebut digunakan sebagai wadah hampers maupun parsel.
Dalam pembuatannya, Ratna dibantu 10 orang warga setempat. Dalam sehari, menurut Ratna, masing-masing per kepala mampu meghasilkan sedikitnya 5-7 tas anyaman.
Baca juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU
"Satu hari satu orang 5 sampai 7, sedang permintaan beratus-ratus. Jadi kita sesuaikan dengan kemampuan kita agar sesuai target," terangnya.
Meski usahanya terbilang cukup dini, yakni dimulai pada Februari 2023, tapi penjualan tas anyaman warga Desa Brenggolo ini telah menyentuh kota-kota besar, seperti Surabaya hingga Jakarta.
Editor : Narendra Bakrie