Mahasiswa Gantung Diri, Minta Copot Kapolres Jombang, Rumah Tersambar Petir


Rumah Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang porak poranda usai tersambar petir. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peristiwa tragis mahasiswa di Banyuwangi yang gantung diri dengan meninggalkan pesan terakhir menjadi berita pilihan pembaca pada Rabu (22/3/2023) kemarin.

Berita lainnya adalah PMII Jombang meminta Kapolres Jombang dicopot buntut dari demo yang berakhir ricuh.

Baca juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Ada pula berita rumah warga di Jombang porak poranda tersambar petir.

Redaksi merangkum ketiga berita tersebut.

Mahasiswa di Banyuwangi Gantung Diri Tinggalkan Secarik Kertas, Isinya Menyayat Hati

Mahasiswa berinisial IR (23) warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, gantung diri. Polisi juga menemukan secarik kertas diduga pesan terakhir sebelum korban mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

Buntut Aksi Berujung Ricuh, PMII Jombang Minta Kapolres Jombang Dicopot

Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Cipayung yakni, GMNI, PMII dan HMI di depan kantor Pendopo Kabupaten Jombang, berbuntut panjang. Pasalnya, aksi mahasiswa yang melakukan evaluasi kinerja 5 tahun Bupati dan wakil Bupati Jombang itu, berujung ricuh. Sehingga ada beberapa mahasiswa yang diklaim menjadi korban pemukulan oleh aparat. Baik kepolisian maupun Satpol PP.

Rumah Warga di Jombang Porak Poranda Tersambar Petir

Baca juga: PMII Rayon Muhammad Yunus UIN Tulungagung Deklarasikan Ikatan Alumni

Rumah milik Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, porak poranda usai tersambar petir, pada Rabu (22/3/2023) sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Editor : Redaksi

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru