jatimnow.com - Densus 88 telah menangkap tiga orang yang diduga sebagai teroris di Sumenep sepanjang Oktober 2022. Salah satu teroris yang ditangkap merupakan kepala sekolah di salah satu lembaga pendidikan di Sumenep.
Tersangka yang ditangkap berinisial A, dan diketahui merupakan kepala sekolah di Sumenep. Bahkan terduga sudah cukup lama bergelut di dunia pendidikan di Sumenep.
Baca juga: Geger Air Sumur Bau Menyengat, Ternyata Ada Jasad Nenek yang Hilang di Sumenep
"Iya mas dia adalah salah satu kepala sekolah di Sumenep. Kabar yang saya dengar dia ditangkap, " kata Solehoddin, warga Sumenep.
Informasi yang berkembang, penangkapan terjadi di lokasi berbeda. Namun, proses penangkapan cukup cepat. Sehingga tidak banyak warga yang melihat kejadian penangkapan.
Smentara itu, Kapolres Sumenep ABP Edo Satya Kentriko mengaku tidak bisa memberikan keterangan terkait pengakapan yang dilakukan Densus 88. Hanya saja ia memastikan proses penangkapan di beberapa lokasi berbeda.
"Kami diminta back up di beberapa titik, dan tidak terlibat langsung," katanya.
Baca juga: Film Foufo Angkat Talenta Surabaya dan Madura, Tayang 9 Juli
Dia menjelaskan bahwa keterangan resmi telah diambil Mabes Polri.
"Pernyataan resmi akan disampaikan Divisi Humas Mabes Polri, " ucapnya.
Selain kepala sekolah inisial A, Densus 88 juga menangkap inisial N dan inisial S. Keduanya adalah warga Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Sumenep.
Baca juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean
Sebelumnya juga terjadi pengkapan serupa oleh Densus 88. Seorang guru PNS inisial S ditangkap di rumahnya di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang (13/10/2022).
Penangkapan pria terduga teroris kelahiran Pamekasan itu ditengarai terlibat jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Bahkan diduga sebagai bendahara aktif di jaringan tersebut.
Editor : Rochman Arief