Jember - Peragaan busana dalam ajang pemilihan Gus dan Ning Jember berbuntut protes, lantaran dinilai terlalu vulgar. Soal itu, Bupati Hendy Siswanto angkat bicara.
Hendy menegaskan bila tidak ada unsur kesengajaan untuk menampilkan busana vulgar tersebut. Katanya, itu murni karena ketidaktahuan dari panitia.
Baca juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong
"Iya saya tahu bahwa itu viral. Meskipun acara itu sukses, tapi banyak protes karena baju yang dipakai terlalu terbuka," ungkap Hendy, Rabu (20/7/2022).
Hendy pun menyesalkan, di balik suksesnya pagelaran itu, justru tercoreng dengan busana vulgar yang ditampilkan.
Baca juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember
"Langsung saya tegor itu panitia, kenapa harus seperti itu busananya. Ini murni panitia tidak paham kultur Jember yang kuat soal agama," tegas dia.
Dia meminta insiden tersebut tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Apalagi panitia sudah meminta maaf kepada pemkab. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan tokoh agama Jember.
Baca juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
"Yang terpenting sekarang acara sukses, jadi tidak perlu dibahas lagi. Dan panitia sudah minta maaf. Saya juga sudah sampaikan maaf saat paripunra. Jadi sudah beres," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie