Lamongan - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan digelar di Lamongan. Pesta demokrasi tersebut membuat unsur pemerintah ikut gusar. Sebab bisa memicu terjadi konflik sosial. Camat di Lamongan pun mendapatkan tugas baru.
Sekertaris Daerah (Sekda) Lamongan Moh. Nalikan menegaskan, para camat mempunyai tugas baru dengan berperan menjadi pemecah masalah dan deteksi dini konflik sosial.
Baca juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan
"Saya berharap kepada Muspika, pak camat dan jajarannya, berkoordinasi untuk mendeteksi secara dini potensi-potensi konflik. mungkin permasalahan atau hal-hal sebelum pelaksanaan (Pilkades) harus ada penyelesaain," ungkap Nalikan, Sabtu (17/6/2022).
Guna mencegah kecurangan dalam prosedur pemilihan, pihaknya telah berkali-kali melakukan simulasi. Tujuannya untuk meminimalisasi kesalahan yang dapat memicu konflik.
Baca juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
"Saya juga sudah menginstruksikan untuk melakukan simulasi-simulasi karena Pilkades kan per-zonasi, dalam hal kotak suara dan penempatan bilik harus sesuai," ujarnya.
Nalikan berharap Pilkades yang digelar di 61 desa di Lamongan bisa dimaknai sebagai ikhtiar mencari pimpinan yang amanah.
Baca juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya
"Mari jadikan Pilkades ini untuk memilih pemimpin di desanya masing-masing. Beda pilihan itu biasa, tapi perbedaan itu untuk kepentingan desa masing-masing. Siapa pun yang menang harus kita terima. Jangan sampai tercederai dengan adanya kepentingan pribadi," harapnya.
Saat ini, Pilkades serentak di Lamongan memasuki tahapan kampanye. Selanjutnya pemilihan akan digelar pada Minggu (26/6/2022) mendatang.
Editor : Sofyan Cahyono