Jombang - Anggaran penanggulangan bencana di Kabupaten Jombang hanya Rp 2,9 juta untuk satu tahun ke depan.
Kepala BPBD Jombang, Abdul Wahab mengatakan, anggaran penanggulangan bencana tahun ini kurang dari 1 persen dari total anggaran yang diterima melalui APBD Jombang TA 2022 senilai Rp 3,6 miliar.
Baca juga: Tekan Pengeluaran Gaji, Pemkab Tulungagung Batasi Pengangkatan ASN
"Selama perubahan atas APBD belum disahkan, maka asumsinya anggaran penanggulangan bencana selama satu tahun 2022 ada di angka 2.990.000," kata Wahab, Selasa (18/1/2022).
Nilai itu untuk memenuhi tiga pos penanggulangan bencana yakni bantuan stimulan pemukiman terdampak bencana dan kebakaran, belanja bahan material penanganan banjir dan tanah longsor senilai Rp 1 juta serta pemenuhan kebutuhan dapur umum.
Baca juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot
Ia menambahkan, anggaran tahun ini jauh lebih sedikit dari pada anggaran tahun anggaran 2021 lalu senilai Rp 500 juta. Akibat minimnya anggaran itu, menghambat proses kegiatan penanganan bencana di Kecamatan Plandaan dan Megaluh.
"Tidak ada, kami tidak bisa merealisasikan. Dari 56 rumah kebutuhan anggarannya di atas Rp 1 juta. Seandainya kita belanjakan Rp 1 juta hanya untuk beberapa rumah, tidak akan selaras dengan kebutuhan yang lain," terangnya.
Baca juga: Ketidakadilan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo
Menurutnya, pihaknya bisa memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Namun, anggaran itu bisa digunakan jika ada bencana yang besar.
"Anggaran tersebut bisa diakses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang bilamana terjadi bencana besar. Masalahnya kalau bencananya tidak besar, maka itu yang akan menjadikan kami BPBD cukup kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat," pungkasnya.
Editor : Arina Pramudita