jatimnow.com - Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo angkat bicara perihal anjloknya harga telur.
"Semua kota sebenarnya sama. Tidak hanya di Ponorogo saja," ujar Andy saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).
Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor
Andy menyebut, penyebab turunnya harga telur pada September 2021 lantaran tidak ada pengambilan pasti dari pemerintah. Sebab biasanya terserap untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Ini kan tidak ada pengambilan. Biasanya ada. Makanya harga telur terus anjlok. Tidak terserap," ungkap dia.
Baca juga: Stabilkan Harga, Peternak Ayam Petelur Gelar Bazar di Depan Gedung DPRD
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan
Andy mengaku telah berkoordinasi dengan dinas sosial. Hasilnya, dinas sosial akan melakukan pengambilan telur pada Oktober 2021.
"Kami sudah koordinasi dengan Kadinsos. Insya Allah bulan Oktober telur mulai diserap BPNT lagi. Dengan begitu semoga harga bisa naik," tambah dia.
Sementara Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo, Eny Kustianingsih berharap rencana penyerapan pada Oktober 2021 itu terealisasi.
Baca juga: Bulog Tulungagung Mulai Salurkan Jagung SPHP Untuk Peternak Ayam
Menurutnya setiap kali pencairan BPNT atau bansos lain, telur yang terserap mencapai 75 sampai 80 ton. Sehingga 500 peternak yang terdaftar dalam asosiasi, produksi telurnya bisa terserap semua.
"Jadi keinginan kami untuk bansos menyerapnya dari peternak Ponorogo saja. Jangan dari luar kota," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie