jatimnow.com - Kejadian teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo satu bulan lalu membawa traumatik pada warga Jawa Timur. Namun hal ini tak berlangsung lama dengan kinerja polisi yang cepat dan tanggap.
"Memang kemarin sempat traumatik pada warga. Namun Jatim hebat. Tak lama sudah kembali," kata Kapolda Jatim, Irjend Pol Machfud Arifin, saat Safari Ramadan di Polres Ponorogo, Jumat (8/6/2018).
Baca juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar
Machfud mengatakan, awal-awal warga sangat traumatik. Paranoid akan tas atau bungkusan mencurigakan. Namun hal itu tak berlangsung lama.
"Ada ketinggalan tas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ributnya minta ampun," katanya.
Tak hanya Surabaya, traumatik itu juga ada di seluruh Jawa Timur, seperti pada kaus tas di Pacitan yang menjadi heboh dengan mendatangkan tim penjinak bom.
Baca juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil
"Sekarang undang-undang anti teroris sudah disahkan. Jadi tinggal jalan. Jatim sudah kembali aman," terangnya
Machfud juga mengatakan, bahwa teroris salah sasaran jika menjadikan Jawa Timur sebagai sasaran teror.
Baca juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung
"Dalam waktu singkat pun bisa ditangkapi," tegasnya.
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto
Editor : Arif Ardianto