jatimnow.com - Para pedagang Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) tak memungkiri Pandemi Covid-19 sedikit banyak telah mengganggu usaha mereka dalam setahun terakhir.
Meski begitu, para pedagang sayur segar dan buah di PIOS mengaku masih beruntung karena komoditi yang dijualnya adalah kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup
"Penjualan berkurang memang iya. Tidak hanya di PIOS, di pasar lain juga begitu. Tapi yang namanya kebutuhan sehari-hari, jadi ya tetap saja orang akan membeli," kata salah satu pedagang di PIOS, Joni Apris, Kamis (18/3/2021).
Menurutnya, kondisi terburuk yang dialami para pedagang adalah saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya. Akan tetapi pasca PSBB di Surabaya Raya, para pedagang di PIOS kembali bergeliat.
"Saya tidak mau menyerah dengan keadaan dan terpuruk. Saya harus bangkit dan kembali bersemangat agar tidak semakin terpuruk," janjinya.
Baca juga: Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim
Senada, pedagang sayur PIOS lainnya, Bunadi mengakui jika saat ini omzet lapaknya sudah kembali ramai. Meski belum bisa seratus persen normal, namun pedagang asli Surabaya itu tetap bersyukur dengan kondisi pasar yang kian hari kian membaik.
Ia semakin optimis kondisi pasar akan lebih ramai karena sebulan lagi sudah masuk Bulan Suci Ramadan.
"Menjelang Ramadan biasanya pasar akan lebih ramai hingga lebaran," katanya.
Baca juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim
Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Editor : Sandhi Nurhartanto