jatimnow.com - Harga ikan laut di Kota Probolinggo naik menyusul sepinya tangkapan para nelayan. Cuaca buruk menjadi penyebab menurunya hasil tangkapan ikan para nelayan itu.
Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kota Probolinggo, Zainul Fathoni mengatakan, menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan itu dirasakan sejak beberapa pekan terakhir karena cuaca buruk.
Baca juga: Gelombang 2,5 Meter Intai 8 Perairan Selatan Jatim 18-21 Juni 2026
"Nelayan tidak bisa maksimal dalam bekerja saat berada di tengah laut. Selain hujan deras juga sering terjadi angin kencang yang berpengaruh terhadap gelombang air laut," ujar Zain, Kamis (7/1/2021).
Hingga hari ini, lanjut Zain, tangkapan ikan nelayan tercatat merosot hingga 30 persen.
Baca juga: Pakar Sebut Akuakultur Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Sementara salah satu pedagang ikan Kota Probolinggo, Elok menyebut, kenaikan harga semua jenis ikan laut terjadi beberapa pekan terakhir, sejak menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
"Ada kenaikan 60 persen dari harga sebelumnya," tutur Zain.
Baca juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026
Seperti halnya harga jenis ikan manyar. Sebelum cuaca buruk melanda, harganya berkisar Rp 17-18 ribu. Dan saat ini mencapai Rp 25 ribu rupiah.
Editor : Narendra Bakrie