jatimnow.com - Kurangnya pasokan buah nanas dari luar Pulau Jawa seperti dari Kalimantan Timur maupun dari Nusa Tenggara Barat, membuat para pedagang Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) memborong dari petani lokal Jawa Timur.
Para pedagang di pasar induk yang berlokasi di Benowo Surabaya itu memborong buah nanas dari para petani di Pare Kediri dan Blitar untuk menjamin ketersediaan buah yang kaya Vitamin C itu.
Baca juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal
"Setelah beberapa hari kosong, lapak saya kini sudah terisi buah nanas lagi. Kali ini pasokan nanas saya dapatkan dari petani Pare dan Blitar. Kalau jenisnya nanas hijau," kata pedagang buah di PIOS, Mujiono, Jumat (14/8/2020).
Buah nanas yang didatangkan juga masih terlihat sangat segar karena memang baru saja dipanen dari kebun. Selain itu menurut Mujiono, kualitas buah nanas dari Pare dan Blitar juga tidak kalah dengan yang berasal dari luar Jawa.
"Saya jamin kondisinya fresh. Sedang untuk rasa juga tak kalah dari nanas asal Kalimantan dan Bima," ucapnya.
Pedagang buah asli Malang tersebut mengungkapkan jika dirinya baru saja mendatangkan 5 ton nanas yang dikirim menggunakan 2 mobil pikap.
Baca juga: Pasar Induk Surabaya Sidotopo: Bersih, Aman, Nyaman dan Fasilitasnya Keren
"Kapasitas mobil pikap sekitar 2,5 ton," ujarnya.
Di lapak miliknya yang terletak di Blok B, buah nanas kemudian dipilih dan dipisahkan sesuai ukuran. Maklum untuk penjualan buah nanas dihitung per buah bukan per kilogram.
Mujiono lantas membagi nanas menjadi 3 kategori dimana untuk kategori paling besar dihargai Rp 6 ribu. Untuk kategori sedang Rp 5 ribu, sementara yang kecil dibanderol Rp 4 ribu.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Porong Sidoarjo Berangsur Turun, Hanya Rp50 Ribu/Kg
Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Editor : Sandhi Nurhartanto