jatimnow.com - Untuk membantu pencegahan Virus Corona (Covid-19), Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kota Kediri memproduksi hand sanitizer serta jamu penambah imunitas. 2000 botol hand sanitizer dan 2000 botol jamu telah mereka produksi.
"Awal mulanya ini kegiatan dana hibah yayasan untuk Prodi Farmasi. Namun dari pimpinan ada masukan untuk memperluas cakupan ke warga Kota Kediri karena minimnya stok cairan pembersih," kata Kepala Laboratorium Farmasetika IIK, Munifatul Lailita, Kamis (2/4/2020).
Baca juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I
Sementara Kepala Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Eko Yudha Prasetyo menyebut bahwa pembagian jamu herbal ini merupakan bentuk kontribusi mereka kepada masyarakat.
"Hari Jumat lalu kita sudah membagikan 300 jamu. Hari Selasa ini kami salurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan akan dibagikan hingga jumlah yang kita produksi yaitu 2000 botol hand sanitizer," ujarnya.
Baca juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU
Eko memastikan bahwa produk hand sanitizer dan jamu yang diproduksi IIK Bhakti Wiyata terjamin keamanannya bagi masyarakat. Contohnya hand sainitizer mereka buat dua macam yaitu dari bahan alami dan alkohol.
"Komposisi gel hand sanitizer dari bahan kimia sudah sesuai dengan standar WHO dan formula gel hand sanitizer herbal sudah berdasarkan hasil riset dan penelitian Dosen Farmasi Bhakti Wiyata," jelasnya.
Sementara itu, untuk komposisi jamu herbal, Dosen Farmakognosi Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata Prihardini menambahkan, komposisinya terbuat dari temulawak, jahe, kunyit dan rempah-rempah pilihan.
Baca juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali
"Negara kita kaya akan rempah-rempah, kita sengaja membuatnya dari rempah-rempah yang telah kita ramu dan uji sehingga aman dikonsumsi masyarakat," paparnya.
"Jamu kita terbuat dari bahan imunomodulator yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh seperti temulawak, kunyit, jahe, sereh dan kayu manis," tandas Prihardini.
Editor : Narendra Bakrie