Minggu, 07 Jun 2026 14:46 WIB

Begini Cara Mantan Napi Narkoba Menipu dan Catut Konjen AS

Logo Konjen AS yang diedit tersangka sebagai sarana melakukan penipuan lowongan kerja palsu
Logo Konjen AS yang diedit tersangka sebagai sarana melakukan penipuan lowongan kerja palsu

jatimnow.com - Tidak asal-asalan Joko Susanto melakukan penipuan dengan mencatut nama Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya. Sejumlah cara disiapkan pria 37 tahun asal Surabaya ini agar terhindar dari endusan polisi. Serapi apa cara mantan napi narkoba ini menipu?

"Pihak Konjen AS di Surabaya melapor ke kami 2 November 2018 lalu," ungkap Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, Senin (10/12/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setelah mendapat laporan itu, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim langsung melakukan penyelidikan. Setelah memantau aktifitas Joko, Subdit Siber berhasil menangkap Joko di rumahnya di Surabaya.

Baca juga:  Catut Konjen AS, Lulusan Napi Narkoba Kembali ke Penjara

Dari hasil pemeriksaan, terungkap cara Joko menipu dengan mencatut nama Konjen AS di Surabaya. Pascakeluar dari Lapas Madiun Maret 2018 lalu, Joko memanipulasi gambar menggunakan dua aplikasi yaitu retouch dan picsay yang digunakan mengedit gambar Logo Konjen AS. Setelah berhasil mengeditnya, ia menyebar lowongan pekerjaan (abal-abal) menggunakan aplikasi Whatsapp (WA).

Joko dengan mudah menghafal logo Konjen AS, sebab pelaku mengaku pernah bekerja dibagian warehouse di sana. "Pelaku mengaku mantan pekerja di Konjen AS di Surabaya sebagai warehouse," beber Arman.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Arman menambahkan, dari pengalamannya itulah, Joko menyebar broadcast (BC) ke sejumlah kontak yang ada di ponselnya. Dalam BC-nya itu, Joko menyebar info lowongan warehouse di Konjen AS di Surabaya dengan gaji menggiurkan sebesar Rp 6,1 juta setiap bulan.

Untuk meyakinkan korban, profil WA miliknya diberi foto logo Konjen AS dengan nama membuat nama palsu BN dan mengaku sebagai staf HRD Konjen AS di Surabaya. Setelah ada korban yang berminat, Joko meminta korban menyiapkan berkas lamaran kerja pada umumnya. Selain itu, Joko meminta biaya administrasi Rp 2 juta dengan dalih untuk membeli peralatan bekerja sebagai warehouse tersebut.

"Tersangka meminta korban mengirim uang dengan cara transfer melalui rekening kios pulsa yang merupakan agen pulsa online," tambah Arman.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setelah korban sudah transfer ke akun kios pulsa milik tersangka, tersangka mencari jasa convert pulsa di media sosial facebook dan menjual pulsa yang telah dikirimkan korban itu dengan harga yang ditentukan oleh penyedia jasa convert pulsa. Hasil pencairan pulsa tersebut kemudian dialihkan ke rekening milik tersangka.

"Tersangka memiliki akun kios pulsa itu sejak 1 November 2018. Akun itu ia buat setelah ada korban yang mengirim biaya administrasi lowongan kerja palsu yang ia buat tersebut," tandas Arman.

Dalam kasus penipuan tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa satu handphone Samsung Galaxy J1 warna putih, satu handphone merk Strawberry warna hitam serta satu buah kartu debit paspor BCA warna biru.Pelaku dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat 1 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 378 KUHP.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.