Senin, 08 Jun 2026 07:29 WIB

Catut Konjen AS, Lulusan Napi Narkoba Kembali ke Penjara

Polisi membeberkan barang bukti kejahatan pelaku yang mencatut nama Konjen AS di Surabaya
Polisi membeberkan barang bukti kejahatan pelaku yang mencatut nama Konjen AS di Surabaya

jatimnow.com - Meski baru Maret 2018 lalu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) karena kasus narkoba, Joko Susanto (37) kembali ditangkap polisi karena kasus penipuan dengan mencatut nama Konjen AS dan dijebloskan ke penjara.

Kali ini, Joko berurusan dengan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim setelah dirinya membuat lowongan pekerjaan palsu melalui media sosial (medsos). Tak tanggung-tanggung, pria asal Surabaya ini mengaku bisa memasukkan pelamar ke Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya. Tentu dengan tarif yang sudah ia tentukan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami pantau pelaku ini sejak Oktober 2018 lalu. Itu setelah kami mendapat laporan dari Konjen AS di Surabaya yang mendapati aktifitas pelaku yang men-share lowongan kerja abal-abal itu," ungkap Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, Senin (10/12/2018).

Caranya, lanjut Arman, pelaku menggunakan lambang Konjen AS dengan membuat akun Whatsapp (WA). Dalam WA itu, pelaku menampilkan foto seseorang berinisial BN yang diklaim sebagai eks Staf HRD Konjen AS.

Dari aku WA itulah, pelaku mencari mangsa dan menghubungi sejumlah nama yang tersimpan dalam phonebook miliknya. Dia kemudian menawarkan lowongan pekerjaan fiktif kepada calon korbannya. Jika ada yang tertarik, pelaku mulai memberikan sejumlah persyaratan.

Agar korban percaya, pelaku menyodorkan sejumlah persyaratan umum untuk pelamar kerja. Diantaranya fotokopi dokumen asli, dua foto ukuran 3x4, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi sertifikat keahlian, dan biaya administrasi USD 188 atau Rp 2 juta dengan dalih untuk dibelikan sejumlah alat sebagai sarana bekerja.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Pelaku menawarkan gaji Rp 6,1 juta per bulan kepada korban," jelas Arman.

Setelah korban memenuhi persyaratan, pelaku meminta korban mengirim biaya administrasi ke rekeningnya. "Hingga pelaku kami tangkap, ada 6 korban dengan total kerugian sebanyak Rp 12 juta," tambah Arman.

Joko sang pelaku, dari catatan penyidik, ternyata seorang residivis. Dia tercatat mendekam di Lapas Madiun sejak tahun 2008 dan keluar pada Maret 2018 lalu karena terlibat kepemilikan narkoba.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dalam kasus penipuan tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa satu handphone Samsung Galaxy J1 warna putih, satu handphone merk Strawberry warna hitam serta satu buah kartu debit paspor BCA warna biru.Pelaku dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat 1 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 378 KUHP.

"Kasusnya masih kami kembangkan dan dalami untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain," pungkas Arman.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.