Rabu, 10 Jun 2026 13:01 WIB

Dijanjikan Bertemu Nyai Roro Kidul, Warga Blitar Tertipu Rp 2,3 Miliar

AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan
AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan

jatimnow.com - NC, warga Blitar hanya bisa gigit jari saat uang Rp 2,3 Miliar miliknya lenyap dibawa kabur kawanan penipu. Impiannya untuk bertemu Nyai Roro Kidul agar jumlah uangnya bertambah pun, sirna.

Cerita bermula saat NC bertemu dengan 4 orang pria yang mengaku dari Kediri dan Tulungagung. Salah satu dari mereka mengaku sebagai kiai dan bisa menggandakan uang. Selain itu, NC diiming-imingi untuk dipertemukan dengan Nyai Roro Kidul. NC kepincut lantaran dirinya tengah terbelit masalah karena uang ratusan juta yang dipinjam temannya, tak kunjung dikembalikan.

Baca Juga: Pelarian Bo Feng Mei Berakhir di Surabaya Setelah 14 Tahun

Berbagai ritual diikuti NC atas petunjuk 4 orang yang baru dikenalnya itu. Tak hanya ritual, NC juga diminta menyediakan uang selama beberapa tahap agar uangnya itu bisa bertambah. Total, Rp 2,3 Miliar keluar dari kantong NC. Tapi rupanya, 4 orang itu malah kabur dan menghilang setelah NC terus menagih penggandaan uang yang dijanjikan sebelumnya.

"Karena ditipu, korban melapor ke Polda Jatim," ungkap Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, Sabtu (1/12/2018).

Dari laporan itu, Leonard memerintahkan AKP Aldy Sulaeman dan timnya untuk memburu keempat penipu tadi. Hasilnya, 2 diantaranya berhasil diringkus, yaitu DG dan MS di wilayah Kediri dan Tulungagung. "Dua lainnya masih kami buru," tegas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Dalam pemeriksaan, tersangka DG inilah yang mengaku sebagai kiai dan memiliki keahlian menggandakan uang. Dari tangan DG pula, sejumlah barang bukti turut diamankan, mulai dari buku tabungan, emas, peralatan penggandaan uang serta 2 pucuk pistol jenis air soft gun.

"Kami pastikan DG tidak bisa melakukan (penggandaan uang) itu. Dia mengaku sebagai kiai hanya untuk meyakinkan korban," tambah Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Sementara, tersangka DG mengakui bahwa dirinya hanya seorang kiai gadungan. Ia mengaku baru sekali ini menipu dan uang hasil kejahatannya tersebut diapakainya untuk foya-foya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.