Minggu, 26 Jul 2026 04:10 WIB

Dijanjikan Bertemu Nyai Roro Kidul, Warga Blitar Tertipu Rp 2,3 Miliar

AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan
AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan

jatimnow.com - NC, warga Blitar hanya bisa gigit jari saat uang Rp 2,3 Miliar miliknya lenyap dibawa kabur kawanan penipu. Impiannya untuk bertemu Nyai Roro Kidul agar jumlah uangnya bertambah pun, sirna.

Cerita bermula saat NC bertemu dengan 4 orang pria yang mengaku dari Kediri dan Tulungagung. Salah satu dari mereka mengaku sebagai kiai dan bisa menggandakan uang. Selain itu, NC diiming-imingi untuk dipertemukan dengan Nyai Roro Kidul. NC kepincut lantaran dirinya tengah terbelit masalah karena uang ratusan juta yang dipinjam temannya, tak kunjung dikembalikan.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Berbagai ritual diikuti NC atas petunjuk 4 orang yang baru dikenalnya itu. Tak hanya ritual, NC juga diminta menyediakan uang selama beberapa tahap agar uangnya itu bisa bertambah. Total, Rp 2,3 Miliar keluar dari kantong NC. Tapi rupanya, 4 orang itu malah kabur dan menghilang setelah NC terus menagih penggandaan uang yang dijanjikan sebelumnya.

"Karena ditipu, korban melapor ke Polda Jatim," ungkap Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, Sabtu (1/12/2018).

Dari laporan itu, Leonard memerintahkan AKP Aldy Sulaeman dan timnya untuk memburu keempat penipu tadi. Hasilnya, 2 diantaranya berhasil diringkus, yaitu DG dan MS di wilayah Kediri dan Tulungagung. "Dua lainnya masih kami buru," tegas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.

Baca Juga: IASC Selamatkan Rp674 M Dana Korban Penipuan, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen

Dalam pemeriksaan, tersangka DG inilah yang mengaku sebagai kiai dan memiliki keahlian menggandakan uang. Dari tangan DG pula, sejumlah barang bukti turut diamankan, mulai dari buku tabungan, emas, peralatan penggandaan uang serta 2 pucuk pistol jenis air soft gun.

"Kami pastikan DG tidak bisa melakukan (penggandaan uang) itu. Dia mengaku sebagai kiai hanya untuk meyakinkan korban," tambah Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Sementara, tersangka DG mengakui bahwa dirinya hanya seorang kiai gadungan. Ia mengaku baru sekali ini menipu dan uang hasil kejahatannya tersebut diapakainya untuk foya-foya.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.