Minggu, 07 Jun 2026 22:55 WIB

PT INKA dan ITS Wacanakan Pembuatan Kereta Api Cepat

Pemateri kuliah tamu di ITS Surabaya
Pemateri kuliah tamu di ITS Surabaya

jatimnow.com - Memasuki era industri 4.0, kecepatan dalam segala hal menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang. Termasuk transportasi menjadi unsur penting dalam penunjang kehidupan masyarakat. Menanggapi hal ini, PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) bersama ITS Surabaya gelar kuliah tamu yang bertema 'Menuju Sarana Transportasi Masa Depan'.

Pemateri kuliah tamu Direktur Utama PT INKA, Ir Noviantoro, mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya memfokuskan bahasannya mengenai program kereta cepat Indonesia. Sarana transportasi ini dianggap menjadi sebuah solusi masa depan dari berbagai masalah-masalah transportasi yang terjadi.

"Kecepatan dalam segala hal menjadi syarat utama untuk tetap dapat mengikuti zaman teknologi digital ini. Termasuk dalam hal transportasi," terang Noviantoro di Ruang Sidang Departemen Teknik Sipil pada Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan, program kereta cepat ini hangat diperbincangkan di kalangan pemerintah. Imbauan untuk mengeksekusi program ini dalam waktu dekat terus diterima oleh PT INKA. Pemerintah saat ini sangat menyoroti dan serius menggarap program ini.

"Hal ini merupakan sebuah peluang besar bagi suksesnya mimpi transportasi masa depan. Dibutuhkan banyak SDM profesional untuk turut berkontribusi membantu program kereta cepat ini. Terlebih membutuhkan bantuan dari perguruan tinggi untuk melakukan berbagai riset untuk menunjang program ini," katanya.

Ia menerangkan, bahwa program ini ia targetkan akan dimulai proses produksinya pada tahun 2025 mendatang. Sedangkan peluncuran produk sebagai transportasi masal ditargetkan maksimal lima tahun setelahnya, yakni tahun 2030.

"Dengan ini, kami berharap beberapa perguruan tinggi sebisa mungkin untuk meningkatkan riset berdasar bidang masing-masing," imbuhnya.

Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian (FTSLK) ITS, Ida Warmadewanthi menuturkan, bahwa mahasiswa diharapkan dapat mengetahui teknologi baru terutama yang tengah dikembangkan oleh PT INKA.

"Guna meningkatkan keahlian yang ditekuni mahasiswa, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti halnya PT INKA ini," tandasnya.

Alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini menjelaskan, ITS saat ini sudah berada pada Pendidikan Berbasis Laboratorium (Laboratory Based Education). Ini berarti, ujung tombak pengembangan kurikulum institut berada pada aktivitas di dalam laboratorium.

"Dengan hal ini, diharapkan pengembangan wawasan dan berbagai kerjasama dengan PT INKA ini dapat membantu berhasilnya sistem pendidikan tersebut," tutur dosen Teknik Lingkungan ini.

ITS sendiri, lanjutnya, mendapat beberapa bidang khusus terkait risetnya untuk mendukung program ini. Di antaranya adalah review engineering desain car body & instalasi komponen, review engineering desain jendela, review engineering desain bogie, serta review design sistem interior.

"Hasil riset inilah yang nantinya akan direalisasikan oleh PT INKA untuk menjadi produk utuh kereta cepat," pungkasnya.

Baca Juga: WNA Penumpang Kereta Api Alami Peningkatan di Daop 9 Jember

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.