Sabtu, 25 Jul 2026 22:38 WIB

PT INKA dan ITS Wacanakan Pembuatan Kereta Api Cepat

Pemateri kuliah tamu di ITS Surabaya
Pemateri kuliah tamu di ITS Surabaya

jatimnow.com - Memasuki era industri 4.0, kecepatan dalam segala hal menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang. Termasuk transportasi menjadi unsur penting dalam penunjang kehidupan masyarakat. Menanggapi hal ini, PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) bersama ITS Surabaya gelar kuliah tamu yang bertema 'Menuju Sarana Transportasi Masa Depan'.

Pemateri kuliah tamu Direktur Utama PT INKA, Ir Noviantoro, mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya memfokuskan bahasannya mengenai program kereta cepat Indonesia. Sarana transportasi ini dianggap menjadi sebuah solusi masa depan dari berbagai masalah-masalah transportasi yang terjadi.

"Kecepatan dalam segala hal menjadi syarat utama untuk tetap dapat mengikuti zaman teknologi digital ini. Termasuk dalam hal transportasi," terang Noviantoro di Ruang Sidang Departemen Teknik Sipil pada Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan, program kereta cepat ini hangat diperbincangkan di kalangan pemerintah. Imbauan untuk mengeksekusi program ini dalam waktu dekat terus diterima oleh PT INKA. Pemerintah saat ini sangat menyoroti dan serius menggarap program ini.

"Hal ini merupakan sebuah peluang besar bagi suksesnya mimpi transportasi masa depan. Dibutuhkan banyak SDM profesional untuk turut berkontribusi membantu program kereta cepat ini. Terlebih membutuhkan bantuan dari perguruan tinggi untuk melakukan berbagai riset untuk menunjang program ini," katanya.

Ia menerangkan, bahwa program ini ia targetkan akan dimulai proses produksinya pada tahun 2025 mendatang. Sedangkan peluncuran produk sebagai transportasi masal ditargetkan maksimal lima tahun setelahnya, yakni tahun 2030.

"Dengan ini, kami berharap beberapa perguruan tinggi sebisa mungkin untuk meningkatkan riset berdasar bidang masing-masing," imbuhnya.

Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian (FTSLK) ITS, Ida Warmadewanthi menuturkan, bahwa mahasiswa diharapkan dapat mengetahui teknologi baru terutama yang tengah dikembangkan oleh PT INKA.

"Guna meningkatkan keahlian yang ditekuni mahasiswa, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti halnya PT INKA ini," tandasnya.

Alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini menjelaskan, ITS saat ini sudah berada pada Pendidikan Berbasis Laboratorium (Laboratory Based Education). Ini berarti, ujung tombak pengembangan kurikulum institut berada pada aktivitas di dalam laboratorium.

"Dengan hal ini, diharapkan pengembangan wawasan dan berbagai kerjasama dengan PT INKA ini dapat membantu berhasilnya sistem pendidikan tersebut," tutur dosen Teknik Lingkungan ini.

ITS sendiri, lanjutnya, mendapat beberapa bidang khusus terkait risetnya untuk mendukung program ini. Di antaranya adalah review engineering desain car body & instalasi komponen, review engineering desain jendela, review engineering desain bogie, serta review design sistem interior.

"Hasil riset inilah yang nantinya akan direalisasikan oleh PT INKA untuk menjadi produk utuh kereta cepat," pungkasnya.

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.