Selasa, 30 Jun 2026 13:16 WIB

Rizal Umar Dobrak Stigma Apotek, Ubah Gerai Obat Jadi Pusat Edukasi

Alumnus Farmasi Universitas Airlangga, Rizal Umar Rahmadani. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Alumnus Farmasi Universitas Airlangga, Rizal Umar Rahmadani. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Sudut pandang masyarakat terhadap apotek kerap terjebak pada urusan transaksi jual beli obat semata. Persepsi keliru tersebut coba didekonstruksi oleh apoteker komunitas asal Surabaya, apt. Rizal Umar Rahmadani, M.Farm.Klin.

Melalui jaringan Rafa Farma Group yang dirintisnya sejak 2012, alumnus Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) tersebut membuktikan bahwa kehadiran seorang farmasis di tengah pemukiman memegang kendali vital bagi keselamatan pasien.

Baca Juga: Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Langkah konkret Rizal bermula dari kegelisahan melihat minimnya pemahaman warga urban terhadap fungsi obat yang mereka konsumsi. Dia memosisikan usahanya bukan sebatas tempat mendistribusikan produk kesehatan, melainkan ruang konsultasi terbuka.

Di gerai tersebut, pasien bisa berdiskusi secara bebas mengenai efek samping, risiko interaksi, hingga ketepatan dosis obat tanpa dipungut biaya.

"Wajah asli profesi kami berada di tengah pemukiman, saat interaksi langsung dengan warga terjadi setiap hari. Dampak kehadiran kami harus melampaui urusan dagang. Pasien wajib pulang membawa pemahaman medis yang benar, bukan cuma sekadar kantong belanjaan berisi obat," kata Rizal saat ditemui di Surabaya.

Rekam jejak pria yang menuntaskan seluruh jenjang akademik farmasinya di Kampus Perjuangan UNAIR tersebut membawanya ke tampuk kepemimpinan organisasi profesi.

Baca Juga: Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional

Rizal kini dipercaya menakhodai Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Surabaya untuk periode 2022–2026.

Lewat posisi strategis tersebut, dia memperluas gerakan sosial dengan mendorong standardisasi layanan apotek di seluruh wilayah Surabaya agar lebih ramah warga dan solutif.

Di tengah kesibukan mengelola bisnis dan organisasi, Bendahara Alumni Farmasi Airlangga (ALFAS) tersebut rutin membagikan peta jalan wirausaha farmasi kepada para mahasiswa sebagai dosen tamu.

Baca Juga: Kisah Dr. Sentot Purwandi, Alumni Farmasi UNAIR yang Pantang Menyerah

Dia meyakini regenerasi sektor kesehatan harus dipersiapkan matang lewat transfer pengetahuan yang jujur, meliputi aspek regulasi hingga manajerial operasional.

Tantangan dunia kesehatan masa depan diprediksi bakal jauh lebih kompleks. Dinamika mutasi penyakit serta kemunculan jenis obat baru menuntut para calon apoteker muda untuk tidak cepat puas dengan gelar akademis yang disandang.

"Fakultas Farmasi UNAIR membekali kami integritas, moralitas, dan kerendahan hati. Namun saat terjun ke lapangan, modal utama untuk bertahan dan berguna bagi sesama adalah kemauan menjadi pembelajar sepanjang hayat," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.

Kalahkan Jerman Melalui Drama Adu Penalti, Paraguay Melaju ke Babak 16 Besar

Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time, Paraguay mengunci tiket 16 besar dengan kemenangan 4-3 di adu penalti.