Selasa, 21 Jul 2026 23:12 WIB

Kandang Ayam di Dringu Probolinggo Terbakar, 21 Ribu Ekor Mati

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 19 Mei 2026 15:35 WIB
Kebakaran kandang ayam di Dringu Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Kebakaran kandang ayam di Dringu Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebakaran menghanguskan peternakan ayam pedaging di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Selasa (19/5/2026) pagi. 

Akibat peristiwa ini, dua petak kandang ludes terbakar dan sekitar 21 ribu ekor ayam yang baru ditebar mati.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Api dilaporkan muncul dengan sangat cepat dan langsung melahap seluruh bangunan kandang dalam waktu kurang dari satu jam. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. 

Kebakaran ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik di sisi selatan kandang. Percikan api tersebut kemudian menyambar alat pemanas yang menggunakan tabung LPG 3 Kg, memicu ledakan kecil, dan membuat kobaran api langsung membesar.

Banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kandang, seperti sekam padi, kayu, dan instalasi plastik, membuat api merembet dengan sangat cepat. 

Meski warga sempat mencoba memberikan pertolongan, besarnya kobaran membuat ribuan ayam di dalamnya terjebak dan tidak bisa diselamatkan. 

Baca Juga: Rumah Janda di Plosoklaten Kediri Diduga Dibakar Mantan Suami

Sekretaris Desa Kedungdalem, Lukman Hadi, mengonfirmasi titik awal kemunculan api yang langsung melahap bangunan peternakan tersebut.

"Api dari selatan, dua petak hangus, satunya masih selamat, nggak sampai merembet," terang Lukman Hadi.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api agar tidak meluas ke kandang lain maupun ke pemukiman warga. Proses pendinginan membutuhkan waktu yang cukup lama karena bara api terus muncul dari balik tumpukan sekam. 

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, menyatakan bahwa penanganan ekstra dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi api kembali menyala.

"Proses pendinginan membutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala," ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp280 juta, yang meliputi kerusakan total bangunan kandang, peralatan peternakan, serta kematian puluhan ribu ayam pedaging. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.