Kamis, 23 Jul 2026 15:09 WIB

DKPP Pastikan Sapi Kurban di Kediri Bebas PMK dan LSD

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 13 Mei 2026 17:50 WIB
Dokter Hewan DKPP Kabupaten Kediri saat memeriksa kondisi sapi. (Foto: DKPP/jatimnow.com)
Dokter Hewan DKPP Kabupaten Kediri saat memeriksa kondisi sapi. (Foto: DKPP/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan (DKPP) melakukan pemeriksaan hewan di sejumlah pasar hewan, Rabu (13/5/2026).

Dokter Hewan DKPP Kabupaten Kediri Luh Putu Setianti Pratiwi mengatakan bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan sapi kurban yang diperjualbelikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

"Untuk hari ini, pemeriksaan sapi kondisinya oke semua, ya. Jadi semuanya normal. Jadi untuk Kelayakan untuk dipotong sudah bagus," katanya usai memeriksa sapi di Pasar Hewan Rojokoyo, Ngadiluwih.

Lebih lanjut Pratiwi menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi fisik, postur tubuh, mata, alat kelamin, hingga memastikan tidak ada cacat maupun penyakit kulit pada hewan. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih hewan kurban.

"Pilihlah sapi-sapi yang sehat. Jadi, bisa dilihat dari bentuknya. Eh, kelainan seperti itu. Jangan pilih sapi yang mungkin punya, eh penyakit kulit atau mungkin seperti ini, karena itu kan tidak khusus untuk dikurbankan seperti itu," jelasnya.

DKPP Kabupaten Kediri juga memastikan pengawasan dilakukan secara rutin setiap hari pasaran hewan untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang sakit atau tidak layak jual.

Baca Juga: Sastra Saraswati Sewana Yatra di Candi Tegowangi, Mas Dhito: Perkuat Toleransi

Selain pemeriksaan kesehatan, pengawasan administrasi lalu lintas ternak juga diperketat. Sapi yang akan dijual ke luar daerah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Jadi, untuk sapi-sapi, misalnya, karena sapi di sini kan dari kabupaten, ya. Jadi, kalau nanti penjualannya ke luar daerah, harus membawa SKKH, namanya, seperti itu. Jadi, seperti surat keterangan kesehatan hewan yang nanti juga dari dinas," tegasnya.

Sementara itu, salah satu peternak sapi, Ayyik Saputra menyebut, menjelang Idul Adha, harga sapi di pasar ternak mulai mengalami kenaikan Rp1 juta hingga Rp2 juta dibanding bulan sebelumnya. Jumlah pembeli pun turut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

"Ada peningkatan harganya. Maunya harga itu minimal Rp25 juta sekarang Rp27. Ada peringatanlah dari tahun kemari," terangnya.

Meningkatnya permintaan hewan kurban tahun ini menjadi angin segar bagi para peternak dan pedagang sapi di Kabupaten Kediri. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan semakin tenang dalam membeli hewan kurban yang sehat, aman, dan layak konsumsi.

"Jadi, untuk masyarakat, InsyaAllah jangan khawatir karena untuk PMK dan LSD di sini, tidak ada penyakit. Maksudnya tidak ada," tandas Pratiwi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.