Senin, 08 Jun 2026 13:16 WIB

Aksi Bela Tauhid di Kota Malang Dibubarkan

Aksi bela kalimat tauhid di kawasan Alun - Alun Kota Malang yang sempat ricuh/foto: Avirista Midaada.
Aksi bela kalimat tauhid di kawasan Alun - Alun Kota Malang yang sempat ricuh/foto: Avirista Midaada.

jatimnow.com - Aksi bela kalimat Tauhid yang digelar di depan Masjid Jami' Kota Malang, Minggu sejak 04.30 WIB, dibubarkan oleh polisi dan Wali Kota Malang Sutiaji.

Dari pantauan jatimnow.com, massa aksi yang datang berjumlah ribuan. Mereka sudah berkumpul sejak pukul 02.00 WIB di Masjid Jami' Malang.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Tak diketahui berasal dari mana saja peserta aksi bela kalimat tauhid kali ini. Namun usai salat subuh, massa aksi yang mayoritas berpakaian putih-putih itu langsung menuju ke kawasan Alun-Alun Kota Malang.

Dengan membawa bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid serta topi hitam bertuliskan kalimat tauhid, mereka hendak melakukan aksi.

Namun belum sampai aksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian dan TNI sudah bersiaga sejak pukul 03.00 WIB, mulai memberikan imbauan agar para peserta aksi membubarkan diri.

Namun tak kunjung membubarkan diri, sekitar pukul 06.00 WIB, massa aksi bela kalimat tauhid akhirnya diminta bubar untuk oleh aparat keamanan.

Tidak hanya itu beberapa orang berpakaian preman juga meminta peserta aksi untuk membubarkan diri.

Sempat terjadi beberapa ketegangan, puncaknya seorang perempuan yang membawa balon hitam putih sempat direbut beberapa orang laki-laki dan mencoba meletuskan balonnya.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Bahkan, dalam aksi tersebut seorang peserta aksi terlihat sempat terkena pukul oleh massa yang tidak diketahui identitasnya. Beruntung aparat kepolisian sigap menghalaunya dan tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membenarkan belum memberikan izin aksi tersebut demi alasan keamanan dan ketertiban.

"Belum diizinkan. Tadi oleh Forkopimda diberikan hmbauan,  agar massa yang sudah datang ke Kota Malang untuk ikut bersama - sama menjaga kondusifitas Kota Malang," jawab Asfuri.

Di sisi lain, Wali Kota Malang Sutiaji yang juga mengawal jalannya aksi juga enggan berkomentar banyak.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Lindung Malang

"Janganlah mas. Nanti saja nunggu kondusif dulu," jelasnya.

Hingga pukul 06.30 WIB, ratusan massa aksi masih bertahan di kawasan Alun - Alun Kota Malang. Namun, tak lama kemudian massa aksi berangsur angsur membubarkan diri.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.