Sabtu, 25 Jul 2026 00:21 WIB

Aksi Bela Tauhid di Kota Malang Dibubarkan

Aksi bela kalimat tauhid di kawasan Alun - Alun Kota Malang yang sempat ricuh/foto: Avirista Midaada.
Aksi bela kalimat tauhid di kawasan Alun - Alun Kota Malang yang sempat ricuh/foto: Avirista Midaada.

jatimnow.com - Aksi bela kalimat Tauhid yang digelar di depan Masjid Jami' Kota Malang, Minggu sejak 04.30 WIB, dibubarkan oleh polisi dan Wali Kota Malang Sutiaji.

Dari pantauan jatimnow.com, massa aksi yang datang berjumlah ribuan. Mereka sudah berkumpul sejak pukul 02.00 WIB di Masjid Jami' Malang.

Baca Juga: Hobi Karaoke dan Terjerat Hutang, Pemuda di Malang Nekat Rampok Mobil Lansia

Tak diketahui berasal dari mana saja peserta aksi bela kalimat tauhid kali ini. Namun usai salat subuh, massa aksi yang mayoritas berpakaian putih-putih itu langsung menuju ke kawasan Alun-Alun Kota Malang.

Dengan membawa bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid serta topi hitam bertuliskan kalimat tauhid, mereka hendak melakukan aksi.

Namun belum sampai aksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian dan TNI sudah bersiaga sejak pukul 03.00 WIB, mulai memberikan imbauan agar para peserta aksi membubarkan diri.

Namun tak kunjung membubarkan diri, sekitar pukul 06.00 WIB, massa aksi bela kalimat tauhid akhirnya diminta bubar untuk oleh aparat keamanan.

Tidak hanya itu beberapa orang berpakaian preman juga meminta peserta aksi untuk membubarkan diri.

Sempat terjadi beberapa ketegangan, puncaknya seorang perempuan yang membawa balon hitam putih sempat direbut beberapa orang laki-laki dan mencoba meletuskan balonnya.

Baca Juga: Pelaku Penyekapan dan Perampokan Lansia di Malang Ditangkap Saat Jual Hasil Curian

Bahkan, dalam aksi tersebut seorang peserta aksi terlihat sempat terkena pukul oleh massa yang tidak diketahui identitasnya. Beruntung aparat kepolisian sigap menghalaunya dan tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membenarkan belum memberikan izin aksi tersebut demi alasan keamanan dan ketertiban.

"Belum diizinkan. Tadi oleh Forkopimda diberikan hmbauan,  agar massa yang sudah datang ke Kota Malang untuk ikut bersama - sama menjaga kondusifitas Kota Malang," jawab Asfuri.

Di sisi lain, Wali Kota Malang Sutiaji yang juga mengawal jalannya aksi juga enggan berkomentar banyak.

Baca Juga: Sinergi Hiswanamigas dan Polres Malang, Revitalisasi Media Center JPM

"Janganlah mas. Nanti saja nunggu kondusif dulu," jelasnya.

Hingga pukul 06.30 WIB, ratusan massa aksi masih bertahan di kawasan Alun - Alun Kota Malang. Namun, tak lama kemudian massa aksi berangsur angsur membubarkan diri.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.