Kamis, 23 Jul 2026 00:15 WIB

Lulus dari Unusa Surabaya, Suster Yustina Bawa Cerita Toleransi

Suster Yustina Klun Kolo, lulusan Program Studi D4 Analis Kesehatan Unusa Surabaya. (Foto: Humas Unusa for jatimnow.com)
Suster Yustina Klun Kolo, lulusan Program Studi D4 Analis Kesehatan Unusa Surabaya. (Foto: Humas Unusa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kisah toleransi dari wisudawan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi sorotan dalam prosesi wisuda, Rabu (22/4/2026). Seorang biarawati Katolik tampil sebagai perwakilan lulusan, membawa pengalaman hidup berdampingan di kampus dengan mayoritas mahasiswa muslim.

Suster Yustina Klun Kolo, lulusan Program Studi D4 Analis Kesehatan, berdiri di podium mengenakan jubah khasnya. Perempuan asal Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur itu mengaku sempat diliputi keraguan saat pertama kali memilih Unusa sebagai tempat menimba ilmu.

Baca Juga: Muharram Camp BSI Maslahat Bekali Anak Yatim Mental dan Spiritual

“Saya sempat khawatir soal perbedaan. Namun selama kuliah, saya justru merasakan suasana inklusif. Dosen dan teman-teman memperlakukan saya dengan baik tanpa membedakan latar belakang,” ujarnya.

Pengalaman tersebut mencerminkan praktik toleransi yang berdampak langsung bagi mahasiswa. Lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas keyakinan yang berjalan tanpa sekat.

Selama masa studi, Yustina mengikuti berbagai mata kuliah, termasuk Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Materi tersebut memberinya sudut pandang baru tentang nilai keislaman yang moderat.

“Saya belajar memahami ajaran Islam yang mengedepankan keseimbangan dan hidup berdampingan. Pengalaman itu memperkaya cara pandang saya,” katanya.

Interaksi di kelas dan lingkungan kampus membentuk pengalaman yang lebih luas daripada sekadar pendidikan formal. Yustina menilai sikap tenaga pengajar dan staf menjadi faktor penting dalam menjaga suasana setara.

Baca Juga: Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional

“Para dosen bersikap profesional dan adil. Tidak ada perlakuan berbeda,” ucapnya.

Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana kampus dapat memainkan peran dalam meredam potensi konflik sosial. Di tengah meningkatnya isu intoleransi, ruang pendidikan tinggi berfungsi sebagai tempat membangun karakter inklusif.

Unusa sendiri mengembangkan pendekatan pendidikan yang membuka akses bagi berbagai latar belakang. Sistem pembelajaran dirancang adaptif, sementara lingkungan sosial kampus mendorong interaksi yang sehat antar mahasiswa.

Partisipasi kampus dalam pemeringkatan global seperti Times Higher Education Impact Rankings juga menunjukkan upaya membawa nilai keberagaman ke level internasional, bukan sekadar jargon institusi.

Baca Juga: Kisah Dr. Sentot Purwandi, Alumni Farmasi UNAIR yang Pantang Menyerah

Kini, Yustina telah bekerja di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu, Blitar. Pengalaman selama kuliah membekalinya dalam menghadapi keberagaman di dunia kerja.

“Perbedaan bukan penghalang. Justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan menghargai,” ujarnya.

Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa praktik toleransi di lingkungan pendidikan bukan sekadar wacana. Dampaknya terasa langsung bagi mahasiswa yang menjalani kehidupan lintas budaya dan keyakinan dalam satu ruang yang sama.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.