Melihat Program Pascasarjana di Unisda Lamongan yang Banyak Diminati Warga
- Penulis : Bramanta
- | Selasa, 31 Mar 2026 12:39 WIB
jatimnow.com - Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan membeberkan progres perkembangan Program Pascasarjana, yang terus meningkat dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Ketua Senat Unisda, M. Afif Hasbullah mengungkapkan jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) menarik minat banyak pihak baik elemen masyarakat, tokoh publik, politisi, hingga pengusaha.
Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan
“Minat masyarakat terhadap program Pascasarjana di Unisda terus meningkat dari waktu ke waktu, Mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi, pendidik, pejabat, hingga tokoh publik,” ungkapnya, Selasa (31/3/2026).
Dijelaskan Afif, Unisda memiliki 5 Prodi Pascasarjana diantaranya Program Doktororal (S3) meliputi disiplik Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam, dan Magister (S2) meliputi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Hukum.
"Program Doktor Studi Islam menjadi salah satu yang paling diminati. Hal itu tidak lepas dari ragam konsentrasi yang ditawarkan, mulai dari pemikiran Islam, hukum, kebijakan publik, ekonomi dan bisnis Islam, lingkungan, filsafat, gender, hingga kesehatan," bebernya.
Beberapa di antaranya mahasiswa di Program Pascasarjana Unsida adalah pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman, pengusaha Arum Sabil, mantan Bupati Jember Faidah, serta Dansatkornas Ansor Syafiq Sauqi.
Afif menyebut, Program Doktor Pendidikan Agama Islam yang baru saja mendapat izin oprasional Kementerian Agama juga menarik minat. Pendaftar datang kalangan pejabat luar negeri seperti Pejabat Menteri Pendidikan Timor Leste Domingos Lopes Lemos dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Pada jenjang magister, program kependidikan—baik PAI maupun PBSI—menawarkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini memungkinkan para praktisi dan profesional menempuh studi magister dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Omzet Harian Tembus Rp 4 Juta, KDMP di Lamongan Disambut Positif Masyarakat
“Melalui RPL, pengalaman kerja mahasiswa dapat dikonversi menjadi mata kuliah, sehingga studi bisa ditempuh sekitar dua semester,” jelasnya.
Adapun Magister Hukum diarahkan untuk mencetak tenaga profesional di bidang hukum bisnis, tata negara, pidana, hukum Islam, dan hukum kesehatan. Mayoritas mahasiswa berasal dari kalangan praktisi maupun calon praktisi hukum.
“Kami mendorong pendekatan multidisiplin dan interdisipliner agar mahasiswa memiliki cara pandang yang lebih terbuka, kritis, dan kontekstual,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Afif menegaskan bahwa program pascasarjana Unisda tetap terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Selama Libur Panjang, Stasiun Lamongan Layani 3 Ribu Penumpang
“Program doktor dapat ditempuh dengan biaya sekitar Rp55 juta hingga lulus, sedangkan program magister berkisar Rp20 jutaan,” ungkapnya.
Sejauh ini, Unisda Lamongan telah memiliki tujuh Program Studi berakreditasi unggul. Selain itu, terdapat lima guru besar tetap, yakni M. Afif Hasbullah, Titiek Rohanah Hidayati, Muhtadi Ridlwan, Djawahir Hejjazie, dan Syihabuddin Qalyubi. Adapun Ketua Program Studi Doktor dijabat oleh Babun Suharto.
Editor : Bramanta