Sabtu, 13 Jun 2026 00:24 WIB

Lebaran 2026 Belum Pasti, Ini Sikap Umat yang Dianjurkan

Da'i MUI, Abdul Aziz, S.Pd.,M.Pd. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Da'i MUI, Abdul Aziz, S.Pd.,M.Pd. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Lebaran 2026 tanggal berapa masih belum ada jawaban pasti. Situasi tersebut kembali memunculkan potensi perbedaan di tengah umat, terutama dalam penentuan awal puasa dan hari raya.

Dampaknya terasa langsung di masyarakat. Sebagian bingung menentukan waktu ibadah, sementara perdebatan kerap muncul di ruang publik, bahkan merembet ke lingkungan keluarga.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

Da’i MUI, Abdul Aziz, mengingatkan agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik. Ia mengajak umat menjaga kebersamaan dengan berpegang pada prinsip syariat yang telah digariskan.

“Ketaatan kepada pemimpin dalam urusan bersama menjadi bagian dari ajaran Islam. Selama tidak bertentangan dengan syariat, keputusan tersebut perlu diikuti demi kemaslahatan,” ujarnya.

Ia merujuk firman Allah dalam QS An-Nisa ayat 59:
"Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian."

Menurut dia, ayat tersebut memberi arah agar kehidupan sosial berjalan tertib dan tidak terpecah oleh perbedaan pandangan.

Abdul Aziz juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
"Puasa adalah hari ketika manusia berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika manusia berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika manusia menyembelih kurban." (HR Tirmidzi)

Ia menjelaskan, para ulama memaknai hadis tersebut sebagai anjuran menjalankan ibadah secara bersama dengan mayoritas umat atau Al-Jama’ah.

“Maknanya, pelaksanaan puasa dan hari raya tidak berdiri sendiri-sendiri. Ada kebersamaan yang harus dijaga,” katanya.

Praktik pada masa Nabi juga memperlihatkan pola serupa. Ketika hilal terlihat, laporan disampaikan kepada Rasulullah, lalu keputusan berlaku untuk seluruh kaum muslimin.

“Penetapan berada pada otoritas pemimpin. Bukan ditentukan masing-masing individu,” ucapnya.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Dalam kaidah fikih, lanjut dia, terdapat prinsip:
"Keputusan penguasa dapat menghilangkan perbedaan pendapat."

Kaidah tersebut dinilai relevan dalam konteks Indonesia. Pemerintah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah melalui sidang isbat yang melibatkan ulama, organisasi Islam, serta ahli astronomi.

Proses itu mencakup perhitungan ilmiah dan pemantauan hilal di berbagai wilayah. Hasilnya kemudian diumumkan sebagai acuan bersama.

Abdul Aziz mengakui, keputusan tersebut merupakan hasil ijtihad manusia yang tidak sepenuhnya bebas dari kemungkinan kekeliruan. Namun, umat tetap diminta menjaga sikap.

“Islam mengajarkan untuk tetap mendengar dan taat, sambil menyampaikan nasihat dengan cara yang baik,” ujarnya.

Baca Juga: Trafik Data Indosat Naik 20 Persen Saat Mudik Lebaran 2026

Ia mengutip hadis Nabi SAW:
"Dengar dan taatlah. Kewajiban kalian adalah apa yang dibebankan kepada kalian, dan kewajiban mereka adalah apa yang dibebankan kepada mereka." (HR Muslim)

Bagi masyarakat, menjaga persatuan menjadi kebutuhan mendesak. Perbedaan penentuan hari raya tidak semestinya memicu perpecahan.

Abdul Aziz menegaskan, tujuan syariat tidak semata memastikan ketepatan tanggal ibadah, tetapi juga menjaga keharmonisan umat.

“Persatuan adalah nikmat besar. Perbedaan ijtihad tidak boleh merusak kebersamaan,” katanya.

Dengan sikap saling menghormati dan kedewasaan dalam beragama, umat diharapkan dapat menyambut Lebaran dengan tenang, tanpa gesekan, serta tetap menjaga persaudaraan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.