Sabtu, 06 Jun 2026 20:18 WIB

Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar, Perkuat Riset dan Inovasi

10 guru besar Ubaya yang dikukuhkan bersama rektor Ubaya Benny Lianto. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
10 guru besar Ubaya yang dikukuhkan bersama rektor Ubaya Benny Lianto. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 10 guru besar baru untuk memperkuat riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Penambahan profesor tersebut diharapkan mendorong lahirnya penelitian terapan, kolaborasi industri, hingga solusi konkret di bidang hukum, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.

Pengukuhan guru besar Ubaya berlangsung dalam rapat senat terbuka di Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (3/3/2026). Dengan tambahan tersebut, total profesor aktif di Ubaya kini mencapai 36 orang.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Rektor Universitas Surabaya, Benny Lianto, menyebut pengangkatan itu bukan sekadar capaian personal, melainkan penguatan kapasitas institusi menjelang usia ke-58 tahun pada 11 Maret mendatang.

“Semakin banyak guru besar, semakin kuat kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi. Kami berharap kehadiran mereka melahirkan penelitian unggul, memperluas kerja sama industri, dan menghadirkan solusi yang berdampak bagi bangsa,” ujar Benny.

Sepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari berbagai disiplin. Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati mengangkat isu penguatan rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Bidang farmasi mendominasi dengan riset karakterisasi herbal berbasis sains dan kecerdasan artifisial, terapi asma yang lebih personal, hingga peringatan resistensi antibiotik dalam biomedis klinis serta pengembangan fitofarmaka berbasis penanda kimia.

Di sektor ekonomi dan bisnis, riset akuntansi berbasis pasar serta pengelolaan keuangan berkelanjutan bagi perguruan tinggi turut mendapat sorotan.

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

Sementara dari Fakultas Teknik dan Teknobiologi, pembelajaran mesin, adopsi teknologi pendidikan berbasis generative AI, serta biomarker prediktif berbasis metilasi DNA memperlihatkan arah pengembangan sains yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, berharap para profesor baru berperan sebagai agen perubahan di tengah tantangan global.

“Profesor harus membawa nilai tambah dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Daya saing riset dan pelaksanaan Tri Dharma perlu terus ditingkatkan agar perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam penelitian, tetapi juga pendidikan dan pengabdian,” katanya.

Baca Juga: Gandeng FH Ubaya, BPN Jatim Percepat Digitalisasi Pertanahan Jatim

Penguatan jumlah profesor memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk terlibat dalam riset strategis.

Dampaknya tak berhenti di ruang kuliah. Inovasi yang lahir dari laboratorium berpotensi menjawab persoalan riil, mulai dari kesehatan masyarakat, tata kelola keuangan, hingga transformasi digital pendidikan.

Ubaya menargetkan kolaborasi riset yang lebih luas dengan industri dan lembaga internasional. Dengan 36 profesor aktif, kampus tersebut menegaskan komitmen membangun ekosistem akademik yang produktif sekaligus relevan bagi kebutuhan Indonesia ke depan.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.