Kamis, 23 Jul 2026 01:25 WIB

Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar, Perkuat Riset dan Inovasi

10 guru besar Ubaya yang dikukuhkan bersama rektor Ubaya Benny Lianto. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
10 guru besar Ubaya yang dikukuhkan bersama rektor Ubaya Benny Lianto. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 10 guru besar baru untuk memperkuat riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Penambahan profesor tersebut diharapkan mendorong lahirnya penelitian terapan, kolaborasi industri, hingga solusi konkret di bidang hukum, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.

Pengukuhan guru besar Ubaya berlangsung dalam rapat senat terbuka di Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (3/3/2026). Dengan tambahan tersebut, total profesor aktif di Ubaya kini mencapai 36 orang.

Baca Juga: Guru Besar Teknik Kimia Ubaya Masuk Jajaran Peneliti Elite Dunia

Rektor Universitas Surabaya, Benny Lianto, menyebut pengangkatan itu bukan sekadar capaian personal, melainkan penguatan kapasitas institusi menjelang usia ke-58 tahun pada 11 Maret mendatang.

“Semakin banyak guru besar, semakin kuat kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi. Kami berharap kehadiran mereka melahirkan penelitian unggul, memperluas kerja sama industri, dan menghadirkan solusi yang berdampak bagi bangsa,” ujar Benny.

Sepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari berbagai disiplin. Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati mengangkat isu penguatan rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Bidang farmasi mendominasi dengan riset karakterisasi herbal berbasis sains dan kecerdasan artifisial, terapi asma yang lebih personal, hingga peringatan resistensi antibiotik dalam biomedis klinis serta pengembangan fitofarmaka berbasis penanda kimia.

Di sektor ekonomi dan bisnis, riset akuntansi berbasis pasar serta pengelolaan keuangan berkelanjutan bagi perguruan tinggi turut mendapat sorotan.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Sementara dari Fakultas Teknik dan Teknobiologi, pembelajaran mesin, adopsi teknologi pendidikan berbasis generative AI, serta biomarker prediktif berbasis metilasi DNA memperlihatkan arah pengembangan sains yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, berharap para profesor baru berperan sebagai agen perubahan di tengah tantangan global.

“Profesor harus membawa nilai tambah dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Daya saing riset dan pelaksanaan Tri Dharma perlu terus ditingkatkan agar perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam penelitian, tetapi juga pendidikan dan pengabdian,” katanya.

Baca Juga: Tujuh Mahasiswa UNUSA Lulus Program INTENSE Taiwan

Penguatan jumlah profesor memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk terlibat dalam riset strategis.

Dampaknya tak berhenti di ruang kuliah. Inovasi yang lahir dari laboratorium berpotensi menjawab persoalan riil, mulai dari kesehatan masyarakat, tata kelola keuangan, hingga transformasi digital pendidikan.

Ubaya menargetkan kolaborasi riset yang lebih luas dengan industri dan lembaga internasional. Dengan 36 profesor aktif, kampus tersebut menegaskan komitmen membangun ekosistem akademik yang produktif sekaligus relevan bagi kebutuhan Indonesia ke depan.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.