Sabtu, 06 Jun 2026 08:00 WIB

Gubernur Khofifah Hadirkan Pasar Murah di Pare Kediri, Jaga Daya Beli Masyarakat

  • Penulis :
  • | Selasa, 03 Mar 2026 13:15 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadir di Pasar Murah Pare Kediri. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadir di Pasar Murah Pare Kediri. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan langkah intervensi untuk mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga bahan pokok selama Bulan Suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satunya menghadirkan Pasar Murah di Halaman Gedung Serbaguna, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri, pada Minggu (1/3/2026) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pasar Murah merupakan instrumen strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga serta memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadhan.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

“Pasar Murah ini merupakan upaya untuk pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga. Jadi kalau ayam hari ini rata-rata Rp40.000 per kilo, di sini dijual Rp30.000. Kalau telur rata-rata dijual Rp30.000, di sini dijual Rp22.000," ujarnya.

Ia menambahkan, program Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim bersifat komplementer terhadap langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Sinergi lintas level pemerintahan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan intervensi serta memperkuat efektivitas pengendalian inflasi daerah.

“Jadi harapannya keterjangkauan pemenuhan kebutuhan masyarakat relatif kita bisa support. Program ini adalah subtitusi dari apa yang dilakukan kabupaten/kota, yang dilakukan Pemprov adalah intervensi secara komplementaritas,” tambahnya.

Selain Pasar Murah, menjelang Idul Fitri Pemprov Jawa Timur bersama Bank Indonesia juga meluncurkan Mobil EPIK (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota). Program ini menjadi bagian dari penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan pendekatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Mobil EPIK membawa komoditas seperti beras, gula, dan MinyaKita, serta berkeliling ke berbagai kabupaten/kota. Ini bagian dari integrasi pengendalian inflasi Jawa Timur agar distribusi pasokan tetap lancar dan harga tetap terkendali,” jelasnya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Khofifah berharap berbagai ikhtiar tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga inflasi tetap terkendali serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, Pasar Murah memiliki peran strategis di tengah fluktuasi harga yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan. Dengan menyediakan komoditas di bawah harga pasar, masyarakat memperoleh alternatif belanja yang lebih hemat.

"Harapan kami supaya program serupa seperti ini bisa terus dimasifkan supaya bisa menjangkau masyarakat secara langsung, meringankan beban belanja mereka dan membantu menjaga daya beli masyarakat wilayah Pare Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Gubernur Khofifah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat setiap kali Pasar Murah digelar, baik di wilayah perkotaan maupun kabupaten.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

"Alhamdulillah antusiasme  masyarakat ke pasar murah selalu tinggi, ramai dipenuhi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari,” ungkapnya.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai komoditas strategis dijual di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.