Kamis, 23 Jul 2026 00:41 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Lindungi Pengurus Masjid Lewat DMI

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo dan DMI jalin kerja sama perlindungan jaminan sosial bagi pengurus masjid melalui program JKK dan JKM. (Foto/jatimnow.com)
BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo dan DMI jalin kerja sama perlindungan jaminan sosial bagi pengurus masjid melalui program JKK dan JKM. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabar baik bagi para pengurus masjid di Kabupaten Sidoarjo. Kini, pengabdian mereka di rumah ibadah mendapatkan payung perlindungan jaminan sosial yang lebih pasti.

Hal ini menyusul disepakatinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Usung Strategi 3C untuk Perluas Jaminan Pekerja

Bertempat di Tea Room, The Rooster Coffe Company, kesepakatan strategis ini menjadi landasan formal untuk mendaftarkan para pengurus masjid dan pekerja di bawah naungan DMI ke dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Syofian, menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi mereka yang bekerja di lingkungan masjid.

Menurutnya, risiko pekerjaan bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, termasuk para pejuang keagamaan.

"Peran strategis kami adalah hadir memberikan perlindungan sosial. Melalui program JKK dan JKM, kami memastikan bahwa pengurus masjid mendapatkan hak perlindungan saat menghadapi risiko kerja maupun risiko meninggal dunia," ujar Arie Fianto Syofian.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ainun Amalia, yang hadir dalam acara tersebut menilai manfaat BPJS Ketenagakerjaan kini semakin luas menjangkau sektor informal dan keagamaan.

Baca Juga: Indonesia Pimpin Sidang Pleno BRICS Trade Union Forum 2026 di India

"Pemerintah daerah sangat mendukung upaya ini. Manfaatnya nyata dan memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat, khususnya mereka yang mengelola operasional masjid sehari-hari," tutur Ainun.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DMI Kabupaten Sidoarjo, H. Imam Mukozali, membagikan pengalaman nyata mengenai pentingnya proteksi ini.

Baginya, memiliki jaminan sosial bukan hanya soal materi, tetapi soal ketenangan dalam berkhidmat di jalan dakwah.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan PEKA, Ahli Waris Dibina Jadi Wirausaha

"Dengan perlindungan ini, pengurus masjid bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih fokus tanpa dihantui rasa was-was akan risiko masa depan," ungkap Imam.

Acara yang dihadiri juga oleh jajaran Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Krian dan Juanda ini diakhiri dengan sosialisasi teknis mengenai mekanisme kepesertaan.

Dengan sinergi ini, diharapkan seluruh masjid di Sidoarjo segera mengintegrasikan pekerjanya ke dalam ekosistem perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.