Minggu, 07 Jun 2026 01:07 WIB

Bengawan Solo Meluap 10 Kali, Jatim Perbarui Rencana Siaga Bencana

SIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Sosialisasi Anticipatory Action (AA), Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) untuk para stakeholder. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
SIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Sosialisasi Anticipatory Action (AA), Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) untuk para stakeholder. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Timur kian nyata. Dalam satu dekade terakhir, tercatat 2.227 kejadian bencana menerjang wilayah ini, dengan tren yang terus merangkak naik.

Dari ribuan peristiwa tersebut, luapan DAS Bengawan Solo menjadi momok paling mematikan yang telah menghantam kawasan ini sebanyak 10 kali dalam kurun waktu 2016-2025.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Pertamina Madiun Sulap Limbah Organik Jadi Penjernih Sungai

Banjir besar ini tidak sekadar merendam infrastruktur di Bojonegoro, Tuban, Gresik, Ngawi, dan Lamongan, tetapi juga melumpuhkan sendi ekonomi warga.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Program SIAP SIAGA (kemitraan Australia-Indonesia) untuk merombak total strategi kesiapsiagaan melalui Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menegaskan bahwa penanganan banjir di sepanjang aliran Bengawan Solo mustahil hanya mengandalkan manajemen debit air.

Menurutnya, ketangguhan warga di ratusan desa pinggir sungai adalah kunci utama.

"Masyarakat harus paham apa yang harus dilakukan saat sirine peringatan berbunyi. Kita tidak hanya bicara teknis tanggul atau pembukaan pintu Bendungan Gajah Mungkur, tapi soal kesiapan sosial sebelum status siaga darurat ditetapkan," ujar pria yang akrab disapa Papang ini di Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) yang menjadi panduan gerak saat bencana kini tengah dibongkar ulang.

Baca Juga: Mandi Usai Main Bola, Bocah Lamongan Tewas Terseret Arus Bengawan Solo

Ketua Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, mengakui dokumen yang ada saat ini sudah kedaluwarsa karena disusun sejak 2018.

"Idealnya Renkon diperbarui setiap dua tahun. Dengan komposisi 75 persen badan sungai berada di Jawa Timur, pembaruan data sangat mendesak. Kita butuh skenario siapa berbuat apa yang lebih segar dan akurat," jelas Dadang.

Langkah ini nantinya melibatkan sedikitnya 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun pemetaan klaster dan kajian risiko berbasis data ahli.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Pastikan Layanan Publik Berjalan Prima saat Libur Lebaran

Sementara itu, PMI Jawa Timur melalui Edi Purwoko menyatakan komitmennya untuk memastikan masyarakat mampu membaca gejala alam secara mandiri.

Senada, Program Manager Humanitarian DFAT Australia, Henry Pirade, menilai sinergi ini bertujuan agar sistem pemerintah dan kapasitas warga di akar rumput bisa berjalan selaras.

"Kita ingin memastikan peringatan dini bukan sekadar informasi di atas kertas, melainkan tindakan nyata yang menyelamatkan nyawa di lapangan," pungkasnya.

Jika pemodelan di Jawa Timur ini sukses, sistem kesiapsiagaan banjir Bengawan Solo akan menjadi cetak biru nasional yang bakal diterapkan di wilayah mitra lain seperti Bali, NTB, dan NTT.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.