Kamis, 23 Jul 2026 05:49 WIB

Bengawan Solo Meluap 10 Kali, Jatim Perbarui Rencana Siaga Bencana

SIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Sosialisasi Anticipatory Action (AA), Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) untuk para stakeholder. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
SIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Sosialisasi Anticipatory Action (AA), Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) untuk para stakeholder. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Timur kian nyata. Dalam satu dekade terakhir, tercatat 2.227 kejadian bencana menerjang wilayah ini, dengan tren yang terus merangkak naik.

Dari ribuan peristiwa tersebut, luapan DAS Bengawan Solo menjadi momok paling mematikan yang telah menghantam kawasan ini sebanyak 10 kali dalam kurun waktu 2016-2025.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Banjir besar ini tidak sekadar merendam infrastruktur di Bojonegoro, Tuban, Gresik, Ngawi, dan Lamongan, tetapi juga melumpuhkan sendi ekonomi warga.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Program SIAP SIAGA (kemitraan Australia-Indonesia) untuk merombak total strategi kesiapsiagaan melalui Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menegaskan bahwa penanganan banjir di sepanjang aliran Bengawan Solo mustahil hanya mengandalkan manajemen debit air.

Menurutnya, ketangguhan warga di ratusan desa pinggir sungai adalah kunci utama.

"Masyarakat harus paham apa yang harus dilakukan saat sirine peringatan berbunyi. Kita tidak hanya bicara teknis tanggul atau pembukaan pintu Bendungan Gajah Mungkur, tapi soal kesiapan sosial sebelum status siaga darurat ditetapkan," ujar pria yang akrab disapa Papang ini di Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) yang menjadi panduan gerak saat bencana kini tengah dibongkar ulang.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

Ketua Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, mengakui dokumen yang ada saat ini sudah kedaluwarsa karena disusun sejak 2018.

"Idealnya Renkon diperbarui setiap dua tahun. Dengan komposisi 75 persen badan sungai berada di Jawa Timur, pembaruan data sangat mendesak. Kita butuh skenario siapa berbuat apa yang lebih segar dan akurat," jelas Dadang.

Langkah ini nantinya melibatkan sedikitnya 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun pemetaan klaster dan kajian risiko berbasis data ahli.

Baca Juga: Pemuda 18 Tahun Hilang Terseret Arus Bengawan Solo Bojonegoro

Sementara itu, PMI Jawa Timur melalui Edi Purwoko menyatakan komitmennya untuk memastikan masyarakat mampu membaca gejala alam secara mandiri.

Senada, Program Manager Humanitarian DFAT Australia, Henry Pirade, menilai sinergi ini bertujuan agar sistem pemerintah dan kapasitas warga di akar rumput bisa berjalan selaras.

"Kita ingin memastikan peringatan dini bukan sekadar informasi di atas kertas, melainkan tindakan nyata yang menyelamatkan nyawa di lapangan," pungkasnya.

Jika pemodelan di Jawa Timur ini sukses, sistem kesiapsiagaan banjir Bengawan Solo akan menjadi cetak biru nasional yang bakal diterapkan di wilayah mitra lain seperti Bali, NTB, dan NTT.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.