Jumat, 12 Jun 2026 01:50 WIB

Gejolak Saham Guncang Publik, Negara Diminta Segera Bertindak

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 01 Feb 2026 09:20 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga sekitar 16 persen. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga sekitar 16 persen. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Gejolak pasar saham Indonesia berubah menjadi kegelisahan nyata di tengah masyarakat.

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 16 persen, disertai derasnya arus dana asing keluar, membuka risiko berantai. Nilai tukar tertekan, harga kebutuhan naik, dan lapangan kerja terancam.

Baca Juga: Sengketa Saham PT Harum Resources, Kepercayaan Berubah Jadi Konflik

Situasi itu makin genting setelah pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memilih mundur.

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menyebut kondisi tersebut sebagai alarm keras bagi negara.

Menurutnya, pasar membaca peristiwa ini bukan sebagai gangguan teknis, melainkan sinyal rapuhnya tata kelola pasar modal Indonesia.

“Yang terjadi di bursa dalam beberapa hari terakhir adalah alarm serius. Ini peringatan dini bahwa stabilitas pasar keuangan sangat bergantung pada persepsi global. Negara wajib hadir memastikan kesinambungan kepemimpinan di BEI dan OJK agar ruang spekulasi segera tertutup,” kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Bamsoet menilai pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman, disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan jajaran pengawas pasar modal, sebagai langkah tanggung jawab moral.

Namun, di mata investor, kekosongan kepemimpinan justru memicu ketidakpastian baru.

Baca Juga: OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah

“Dalam kondisi pasar yang bergejolak, kepastian adalah kebutuhan utama. Proses pengisian pimpinan BEI dan OJK harus cepat, transparan, dan kredibel. Jangan sampai kekosongan ini diterjemahkan pasar sebagai lemahnya kontrol negara,” ujarnya.

Ia mengingatkan, tekanan di pasar saham tidak berhenti di layar perdagangan. Capital outflow berkelanjutan berpotensi menekan rupiah, memicu inflasi, dan menggerus daya beli masyarakat.

Jika tekanan merembet ke sektor riil, risiko pemutusan hubungan kerja akan menghantam kawasan industri dan kota-kota besar.

Bamsoet juga menilai dunia investasi kini tak lagi memisahkan ekonomi dari politik. Arah kebijakan fiskal, belanja negara, serta independensi bank sentral dan otoritas keuangan menjadi pertimbangan utama investor.

Baca Juga: Waspadai Jebakan Geopolitik, Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Rupiah

“Investor asing melihat kebijakan ekonomi dan politik sebagai satu kesatuan. Ketika ada keraguan pada salah satunya, pasar langsung bereaksi keras,” katanya.

Ia mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang terpadu dan konsisten. Pesan yang disampaikan harus memberi kepastian bahwa sistem keuangan tetap terkendali dan pengawasan berjalan efektif. Pernyataan yang saling bertabrakan justru memperbesar kepanikan.

Lebih jauh, Bamsoet menilai gejolak ini harus menjadi titik balik pembenahan pasar modal. Reformasi tata kelola, transparansi emiten, perbaikan struktur kepemilikan saham, serta penguatan basis investor domestik perlu dipercepat agar pasar tidak terus bergantung pada sentimen asing.

“Negara harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tegas. Jika dikelola dengan tepat, krisis kepercayaan ini bisa menjadi momentum penguatan tata kelola. Jika diabaikan, dampaknya bisa meluas dan memukul ekonomi nasional,” tutup Bamsoet.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.