Senin, 27 Jul 2026 05:04 WIB

Gejolak Saham Guncang Publik, Negara Diminta Segera Bertindak

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 01 Feb 2026 09:20 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga sekitar 16 persen. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga sekitar 16 persen. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Gejolak pasar saham Indonesia berubah menjadi kegelisahan nyata di tengah masyarakat.

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 16 persen, disertai derasnya arus dana asing keluar, membuka risiko berantai. Nilai tukar tertekan, harga kebutuhan naik, dan lapangan kerja terancam.

Baca Juga: OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

Situasi itu makin genting setelah pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memilih mundur.

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menyebut kondisi tersebut sebagai alarm keras bagi negara.

Menurutnya, pasar membaca peristiwa ini bukan sebagai gangguan teknis, melainkan sinyal rapuhnya tata kelola pasar modal Indonesia.

“Yang terjadi di bursa dalam beberapa hari terakhir adalah alarm serius. Ini peringatan dini bahwa stabilitas pasar keuangan sangat bergantung pada persepsi global. Negara wajib hadir memastikan kesinambungan kepemimpinan di BEI dan OJK agar ruang spekulasi segera tertutup,” kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Bamsoet menilai pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman, disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan jajaran pengawas pasar modal, sebagai langkah tanggung jawab moral.

Namun, di mata investor, kekosongan kepemimpinan justru memicu ketidakpastian baru.

Baca Juga: Pertumbuhan UMKM di Malang Dorong Kenaikan Penyaluran Pinjaman

“Dalam kondisi pasar yang bergejolak, kepastian adalah kebutuhan utama. Proses pengisian pimpinan BEI dan OJK harus cepat, transparan, dan kredibel. Jangan sampai kekosongan ini diterjemahkan pasar sebagai lemahnya kontrol negara,” ujarnya.

Ia mengingatkan, tekanan di pasar saham tidak berhenti di layar perdagangan. Capital outflow berkelanjutan berpotensi menekan rupiah, memicu inflasi, dan menggerus daya beli masyarakat.

Jika tekanan merembet ke sektor riil, risiko pemutusan hubungan kerja akan menghantam kawasan industri dan kota-kota besar.

Bamsoet juga menilai dunia investasi kini tak lagi memisahkan ekonomi dari politik. Arah kebijakan fiskal, belanja negara, serta independensi bank sentral dan otoritas keuangan menjadi pertimbangan utama investor.

Baca Juga: Catat! KCP Sidoarjo Bank Mandiri Taspen Resmi Pindah ke Jalan Sultan Agung

“Investor asing melihat kebijakan ekonomi dan politik sebagai satu kesatuan. Ketika ada keraguan pada salah satunya, pasar langsung bereaksi keras,” katanya.

Ia mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang terpadu dan konsisten. Pesan yang disampaikan harus memberi kepastian bahwa sistem keuangan tetap terkendali dan pengawasan berjalan efektif. Pernyataan yang saling bertabrakan justru memperbesar kepanikan.

Lebih jauh, Bamsoet menilai gejolak ini harus menjadi titik balik pembenahan pasar modal. Reformasi tata kelola, transparansi emiten, perbaikan struktur kepemilikan saham, serta penguatan basis investor domestik perlu dipercepat agar pasar tidak terus bergantung pada sentimen asing.

“Negara harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tegas. Jika dikelola dengan tepat, krisis kepercayaan ini bisa menjadi momentum penguatan tata kelola. Jika diabaikan, dampaknya bisa meluas dan memukul ekonomi nasional,” tutup Bamsoet.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.