Minggu, 07 Jun 2026 23:29 WIB

Siklon Tropis Mengintai, Pakar ITS Ingatkan Kesiapsiagaan Warga

Amien Widodo, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Amien Widodo, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meningkatnya ancaman siklon tropis di Samudera Hindia menjadi perhatian serius pakar mitigasi kebencanaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pakar ITS, Amien Widodo, menegaskan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologis.

Peringatan dini dari BMKG terkait Siklon Seniyar yang memicu banjir bandang dan longsor di Sumatera seharusnya menjadi pelajaran berharga. Tragedi tersebut menelan 836 korban jiwa, 518 orang hilang, dan merusak lebih dari 10.500 rumah.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

"Curah hujan ekstrem yang dibawa Siklon Seniyar berinteraksi dengan kondisi topografi bergunung-gunung serta kerusakan hutan yang telah berlangsung puluhan tahun. Akibatnya, tanah menjadi tidak stabil dan banjir bandang membawa lumpur, batu, serta kayu gelondongan dengan daya rusak yang sangat besar," jelas Amien, dosen Departemen Teknik Geofisika ITS.

Amien juga mengingatkan tentang kemunculan bibit siklon tropis baru di selatan Pulau Jawa yang berpotensi memengaruhi wilayah Jawa–Bali–NTT hingga Timika, Papua. Peringatan ini harus segera direspons dengan langkah mitigasi nyata.

Amien menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah atau lembaga penolong. Pemberdayaan masyarakat menjadi faktor penentu keselamatan.

Ia merujuk hasil survei korban Gempa Kobe, Jepang (1995), yang menunjukkan bahwa 67 persen keselamatan bergantung pada kemampuan diri sendiri dan keluarga.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

"Semua anggota keluarga termasuk lansia, balita, dan penyandang disabilitas harus memahami ancaman yang ada di sekitar mereka," tegasnya.

Amien menambahkan bahwa ketika terjadi bencana besar, tak jarang ada desa yang akhirnya terisolasi.

"Apabila masyarakat telah diberdayakan dan dibekali pengetahuan serta persediaan yang benar, mereka akan tetap dapat bertahan hidup tanpa harus menunggu bantuan eksternal," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Ia menuturkan perlunya sinergi antara pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta. Ketangguhan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan dibangun melalui edukasi, latihan, dan kolaborasi.

"Jika setiap keluarga dan setiap kampung sadar ancaman, maka 95 persen dari mereka akan selamat," pungkasnya.

ITS berkomitmen mendukung upaya mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan melalui riset, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.