Sabtu, 25 Jul 2026 22:15 WIB

Dosen dan Mahasiswa ini Kembangkan E-STNK, Apa Itu?

Mahasiswa Universitas Narotama Surabaya Achmad Rizal menunjukkan E-STNK yang dibuatnya.
Mahasiswa Universitas Narotama Surabaya Achmad Rizal menunjukkan E-STNK yang dibuatnya.

jatimnow.com – Dosen dan mahasiswa Universitas Narotama Surabaya membuat aplikasi STNK elektronik (E-STNK) dengan menggunakan sistem operasi Android. Dosen tersebut adalah Slamet Winardi dan mahasiswa Achmad Rizal dari jurusan Sistem Komputer.

Slamet menjelaskan ide E-STNK ini muncul berawal dari banyaknya keluhan dari teman-temannya dan kerabatnya, yang harus menunggu sampai 6 bulan saat akan mencetak STNK dan BPKB pada 2017 lalu.

Baca Juga: Muharram Camp BSI Maslahat Bekali Anak Yatim Mental dan Spiritual

“Ini juga untuk mengurangi penggunaan kertas dan memperkecil kemungkinan pemalsuan STNK,” kata Slamet di kampusnya, Rabu (17/10/2018).

Menurut Slamet, E-STNK ini juga bisa menjadi solusi beberapa program pemerintah yang kurang maksimal. Misalnya, program di Jatim yang membatasi kendaraan plat luar Jatim, yang mana diberikan waktu 3 bulan untuk berpindah menjadi plat Jatim.

“Padahal dengan internet of things, yaitu dengan E-STNK, pengawasan bisa dilakukan dengan lebih akurat. Solusinya bisa dengan sensor di perbatasan Jatim-Jateng dan memanfaatkan sistem E-STNK yang kami kembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Achmad Rizal, mahasiswa Universitas Narotama mengatakan E-STNK yang dikembangkan bersama dosennya ini berbasis android, dengan menggunakan chip wimos esp8266.

“Konsepnya, pemilik kendaraan mendaftarkan kendaraan mereka ke Polda atau Polrestabes dan mendapatkan nomor plat yang kemudian dimasukkan ke dalam server,” tutur Rizal.

Baca Juga: Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional

Dari data yang sudah tersimpan di dalam server, lalu disalurkan ke dalam chip yang dipasangkan ke kendaraan.

“Jadi, chip yang terpasang di kendaraan itulah yang menyimpan data STNK dan bisa terbaca setelah sinkronisasi. Selain itu, ada kode unik yang hanya dipunyai pemilik kendaraan di aplikasi E-STNK di android,” terang Rizal.

Saat ini, E-STNK yang mereka buat memang masih prototipe dan masih harus dikembangkan. Meski begitu, beberapa instansi sudah mulai tertarik untuk mengaplikasikannya. Terutama dalam sistem parkir jika chip sudah bisa bekerja secara maksimal.

“Sudah ada beberapa instansi pemerintah yang tertarik dengan penerapan chip ini secara sederhana, yaitu pada sistem parkir. Setidaknya untuk membuka-tutup portal parkir secara otomatis setelah mendeteksi chip pada kendaraan,” kata Rizal.

Baca Juga: Kisah Dr. Sentot Purwandi, Alumni Farmasi UNAIR yang Pantang Menyerah

Ia juga mengaku E-STNK ini sudah pernah dipresentasikan pada seminar di Korea Selatan dan Malaysia. Slamet dan Rizal mengaku akan segera merampungkan pengembangan E-STNK itu dan mendaftarkan hak patennya.

"Saat ini kami sudah mulai mensosialisasikan pada kepolisian dan dinas perhubungan. Karena pasti penggunaan chip ini harus memiliki payung hukum, sehingga harus dikonsultasikan dengan pakar hukum juga,” pungkas Rizal.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.