Selasa, 21 Jul 2026 19:25 WIB

Ansor Sebut Sikap Eri Cahyadi ke Staf Medsos Adalah Teladan Langka

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 04 Nov 2025 20:23 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Surabaya. (Foto: GP Ansor for JatimNow.com)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Surabaya. (Foto: GP Ansor for JatimNow.com)

jatimnow.com - Keputusan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk menunjukkan sikap humanis dengan menolak pengunduran diri salah satu anggota tim media sosialnya, Hening Dzikrillah, menuai pujian tinggi dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Surabaya.

Apresiasi ini disampaikan PC GP Ansor menyusul kabar bahwa Hening, staf tim medsos Wali Kota, mengajukan pengunduran diri setelah melakukan kekhilafan di ruang publik yang berpotensi menimbulkan polemik. Alih-alih menerima atau memberikan sanksi berat, Wali Kota Eri Cahyadi memilih mempertahankan dan memberi kesempatan kedua.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, Achnaf Al Ashbahani, menyatakan langkah Wali Kota Eri Cahyadi adalah contoh nyata dari kepemimpinan yang mengedepankan pembinaan dan kebijaksanaan.

"Kami sangat mengapresiasi keputusan Mas Eri. Beliau menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya bertindak sebagai penindak atau penghukum, tetapi juga sebagai orang tua yang merangkul dan membina," ujar Achnaf.

Achnaf menilai keputusan Wali Kota ini sebagai tindakan yang langka dan patut dicontoh, terutama di tengah situasi digital saat ini di mana kekhilafan di media sosial sering kali berujung pada pemecatan dan sanksi yang berlebihan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Menurutnya, keputusan Eri Cahyadi yang viral mengandung pesan filosofis yang mendalam: bahwa setiap individu berhak atas ruang untuk perbaikan, dan seorang pemimpin wajib melihat potensi kebaikan di balik kesalahan.

"Hening yang berani mengakui kekhilafannya dan mengajukan mundur sudah menunjukkan rasa tanggung jawab. Mas Eri pun dengan kebijaksanaannya, melihat hal itu sebagai modal untuk diarahkan dan dibina, bukan dibuang. Ini adalah pemberian kesempatan emas untuk anak muda berkembang," tutur Achnaf.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Anak Buah Eri Cahyadi: Jangan Manja, Kerja Nunggu Viral

GP Ansor berharap langkah ini menjadi teladan bagi seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Achnaf meminta agar setiap kesalahan disikapi dengan bijak, menjadikan pembinaan sebagai prioritas utama sebelum mengambil keputusan pemutusan hubungan kerja atau sanksi berat lainnya.

Dengan apresiasi ini, GP Ansor Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program Pemerintah Kota yang berpihak pada kesejahteraan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan, demi menjadikan Surabaya kota yang memberikan ruang bagi setiap warganya untuk berkembang dan berbenah.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.