Senin, 27 Jul 2026 14:09 WIB

Digendam, Perhiasan Wanita ini Ditukar Batu Bata

Sumiyatun korban gendam saat ditemui di rumahnya
Sumiyatun korban gendam saat ditemui di rumahnya

jatimnow.com - Seorang warga Banyuwangi menjadi korban hipnotis atau gendam oleh orang tak dikenal usai berbelanja di pasar. Perhiasan senilai Rp 6 juta yang dikenakannya raib dan diganti dengan batu bata serta kereweng (pecahan genteng).

Sumiyatun (43), warga Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi itu hanya bisa bersedih melihat perhiasannya berubah menjadi batu bata dan kereweng.

Kejadian nahas yang menimpa Sumiyatun terjadi di Jalan Basuki Rahmat di sekitar Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi.

Ibu dua anak itu bercerita, selepas belanja di pasar dirinya mengaku bertemu dengan seorang pria yang menanyakan jalan menuju daerah Grajagan Kecamatan Purwoharjo.

Lantas, ia pun menjelaskan rute jalan menuju lokasi yang hendak di tuju 3 orang tersebut.

"Setelah itu, dia menyuruh saya masuk ke mobil Avanza hitam. Katanya ada kiai yang ingin ngomong ke saya," ungkap Sumiatun, Selasa (16/10/2018).

Di mobil tersebut, juga ada dua orang laki-laki lain. Satu berpakaian baju koko bersarung dan mengenakan surban warna putih dan satu lainnya sebagai sopir yang tengah berdiri di samping pintu kemudi.

"Dia minta uang Rp 2.000 (saat keduanya di dalam mobil) dan didoakan. Dan meminta saya untuk masukkan ke kotak amal Masjid atau Musala supaya berkah dan mendapat rezeki yang barokah," kata Sumiatun menirukan ucapan laki-laki di dalam yang mengaku kiai.

Dari sana pelaku yang berpakaian seperti kiai ciri-cirinya kulit sawo matang, wajah oval dengan alis tebal itu meminta Sumiatun melepaskan cincin dan gelang yang dikenakannya. Setelah itu, perhiasan senilai Rp 6 juta oleh pelaku dimasukkan ke dalam kotak putih.

"Saat itu saya seperti orang yang tidak sadar. Setelah di rumah pas saya buka isinya kereweng dan batu bata," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Ipda Suyono mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan terkait dugaan penipuan dan atau penggelapan dengan modus hipnotis atau gendam.

Meski begitu, pihaknya mengaku akan meminta kepada Babinkamtibmas Kelurahan Lateng untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Nanti tak sampaikan Babinkamtibmas-nya supaya melakukan penyuluhan agar lebih waspada," tegasnya.

Baca Juga: IASC Selamatkan Rp674 M Dana Korban Penipuan, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.