Kamis, 23 Jul 2026 04:19 WIB

GP Ansor Jatim Murka, Trans7 Lecehkan Kiai dan Simbol Pesantren

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 14 Okt 2025 11:26 WIB
Potongan video tayangan yang dianggap tidak menghormati simbol-simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren. (Foto/Tangkapan Layar)
Potongan video tayangan yang dianggap tidak menghormati simbol-simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren. (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur mengecam keras stasiun televisi Trans7 atas penayangan narasi yang dinilai merendahkan dan melecehkan Kiai serta Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Kecaman ini disampaikan sebagai respons atas tayangan yang dianggap tidak menghormati simbol-simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa narasi tersebut bukan hanya menyinggung satu lembaga pesantren, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap seluruh pesantren dan komunitas santri di Indonesia.

Baca Juga: Forum Pemred SMSI Jatim: Sengketa Berita Wajib Lewat UU Pers

"Pelecehan ini tidak hanya ditujukan kepada Lirboyo, tetapi juga kepada seluruh pesantren dan para kiai yang selama ini menjadi penjaga moral bangsa," tegas H. Musaffa Safril dalam pernyataannya, Selasa (14/10).

"Ini bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren," sambungnya.

PW GP Ansor Jawa Timur mengultimatum pihak Trans7 agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan langsung kepada Pondok Pesantren Lirboyo serta kepada masyarakat pesantren secara luas.

Baca Juga: Penghapusan Produk Jurnalistik oleh Platform Digital dalam Perspektif Hukum Pers

"Kami menuntut permintaan maaf resmi dan terbuka dari pihak Trans7," lanjut H. Musaffa Safril.

"Bila hal ini tidak segera dilakukan, kami menyerukan kepada masyarakat, terutama kalangan pesantren dan santri, untuk melakukan boikot Trans7 sebagai bentuk protes moral," tegasnya.

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menilai, media seharusnya berperan sebagai sarana pendidikan publik, bukan justru menjadi sumber provokasi dan pelecehan terhadap lembaga keagamaan. Karena itu, PW GP Ansor Jatim juga mendesak Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius agar tidak terulang kembali.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

"Kiai dan pesantren adalah benteng peradaban bangsa. Siapa pun yang melecehkannya berarti melecehkan jantung moral Indonesia," pungkas H. Musaffa.

PW GP Ansor Jawa Timur menyerukan kepada seluruh kader, santri, dan masyarakat luas untuk tetap tenang namun tegas dalam menyikapi persoalan ini, serta menjaga marwah pesantren dengan cara-cara yang bermartabat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.