Senin, 27 Jul 2026 16:20 WIB

Prof Sukadiono Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Khofifah

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 12 Okt 2025 13:50 WIB
Prof. Sukadiono ketika menerima Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya, di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10/2025). (Foto/Humas UM Surabaya)
Prof. Sukadiono ketika menerima Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya, di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10/2025). (Foto/Humas UM Surabaya)

jatimnow.com - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Sukadiono, menerima Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam upacara di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10/2025).

Lencana tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi figur-figur yang dinilai telah memberikan jasa dan pengorbanan luar biasa, serta membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Jatim.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penerima lencana adalah teladan yang menginspirasi. Para penerima penghargaan ini, kata Khofifah, adalah sosok-sosok yang menunjukkan bagaimana dedikasi, keikhlasan, dan pengorbanan bisa membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa.

"Beliau bukan hanya pemimpin akademik, tetapi juga pemimpin sosial yang memajukan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Khofifah.

Prof. Sukadiono, atau yang akrab disapa Prof. Suko, dikenal sebagai tokoh yang berhasil membawa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menuju status unggulan di Indonesia Timur selama menjabat rektor. Selain di bidang pendidikan, kiprahnya menonjol di bidang sosial dan kemanusiaan.

Di tengah pandemi COVID-19, misalnya, Prof. Suko memimpin langsung berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari pembukaan layanan kesehatan gratis, pembagian sembako, hingga penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak.

Kontribusi ini selaras dengan makna falsafah Jawa "Jer Basuki Mawa Beya" yang menjadi nama lencana, yakni "kebahagiaan atau kesejahteraan memerlukan biaya dan pengorbanan."

Baca Juga: Khofifah Sebut ALLPACK Surabaya Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Menanggapi penghargaan tersebut, Prof Sukadiono menyampaikan bahwa lencana kehormatan ini bukanlah capaian pribadi.

“Saya memaknai penghargaan ini bukan untuk pribadi saya semata, tetapi untuk seluruh warga Muhammadiyah Jawa Timur yang telah berjuang bersama memajukan pendidikan, kesehatan, dan dakwah sosial di provinsi ini,” tegas Prof Sukadiono.

Deputi Bidang Kesehatan di Kemenko PMK RI itu berharap, penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh kader dan masyarakat Jatim untuk terus berkontribusi. Ia menekankan bahwa filosofi di balik lencana tersebut harus terus dipegang.

Baca Juga: Khofifah Dorong KUPS Naik Kelas melalui Hilirisasi dan Agroforestri Kopi

“Falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan memerlukan pengorbanan. Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, kita bisa terus menebar manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Penghargaan ini menegaskan kembali peran penting organisasi keagamaan dan pendidikan seperti Muhammadiyah dalam membangun daerah. Prof Sukadiono berkomitmen untuk terus mengabdi.

“Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi pengingat bahwa kita harus terus berbuat baik dengan penuh tanggung jawab dan cinta kepada sesama,” pungkasnya

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.