Senin, 08 Jun 2026 08:35 WIB

Gap Year: Tren Anak Muda, Apa Kata Psikolog?

Gap year merupakan kondisi break yang dilakukan setelah menyelesaikan masa pendidikan di SMA. (Foto/Sekolah Cikal)
Gap year merupakan kondisi break yang dilakukan setelah menyelesaikan masa pendidikan di SMA. (Foto/Sekolah Cikal)

jatimnow.com - Lulus SMA, langsung kuliah? Nggak juga! Istilah gap year makin populer di kalangan lulusan SMA. Tapi, apa sih sebenarnya gap year itu? Dan kenapa makin banyak anak muda yang memilihnya?

Sekolah Cikal menggandeng Efika Fiona Gultom M. Psi., Psikolog Pendidikan dan Konselor SMP dan SMA Cikal Amri Setu, untuk membahas fenomena gap year ini.

Baca Juga: ITS Luncurkan Double Degree UWE Bristol, Bidik Mahasiswa Global

Menurut Psikolog Fiona, gap year adalah fase jeda yang diambil setelah lulus SMA, biasanya berlangsung antara 6 hingga 12 bulan. Waktu ini dimanfaatkan sebelum menentukan langkah selanjutnya, entah itu kuliah, kerja, atau pilihan lainnya.

"Gap year merupakan kondisi break yang dilakukan setelah menyelesaikan masa pendidikan di SMA. Biasanya sekitar 6-12 bulan sebelum nanti akhirnya melanjutkan ke pendidikan tinggi atau bekerja atau keputusan apapun yang nantinya akan dilakukan setelahnya," jelas Fiona.

Lebih lanjut, Fiona, yang sering mendampingi remaja di SMA Cikal Amri Setu, mengungkapkan bahwa ada setidaknya empat alasan utama yang mendasari keputusan lulusan SMA untuk mempertimbangkan gap year.

Pertama, adanya keinginan untuk melakukan eksplorasi dan persiapan diri, di mana mereka mencari tahu minat serta tujuan hidup yang sebenarnya sebelum kembali berkutat dengan rutinitas pendidikan formal.

Alasan kedua adalah hasrat untuk menjelajahi dunia kerja, mendapatkan pengalaman praktis di lapangan yang nantinya bisa membantu mereka dalam menentukan bidang studi yang paling sesuai.

Baca Juga: Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional, Hapus Batasan Tahun Kelulusan

Tak jarang pula, alasan ketiga muncul dari kebutuhan untuk rehat sejenak, memberikan jeda istirahat setelah belasan tahun belajar tanpa henti. Terakhir, faktor usia juga menjadi pertimbangan, terutama bagi mereka yang belum mencapai usia 18 tahun saat lulus SMA dan ingin menunda masuk perguruan tinggi

"Ada berbagai macam alasan yang membuat murid memilih untuk *gap year*, misalnya ingin mengeksplorasi dan mempersiapkan diri sendiri, merefleksikan apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh dirinya sebelum nantinya akan kembali dengan rutinitas pendidikan lanjutan," papar Fiona.

Ia menambahkan, ada juga yang ingin "mengeksplorasi dunia kerja atau dunia luar yang berbeda dengan kondisi saat ini untuk mendapatkan gambaran di lapangan terlebih dahulu sebelum terjun ke ilmu yang akan dipelajari lebih lanjut."

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Surabaya Guyur Ratusan Beasiswa untuk Mahasiswa Untag

Fiona menegaskan bahwa kesiapan diri adalah faktor utama yang dipertimbangkan para lulusan SMA. "Pada dasarnya, untuk mempersiapkan diri anak dan/ataupun orang tua supaya lebih siap untuk memulai tahapan jenjang pendidikan ataupun aktivitas selanjutnya," ujarnya.

Gap year, menurut Fiona, bisa menjadi kesempatan emas bagi anak muda untuk "memiliki waktu lebih banyak mengenali diri dan memperkaya dirinya dengan pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan real-life experiences".

Jadi, gap year bukan sekadar buang-buang waktu, ya! Ini adalah kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.