Kamis, 11 Jun 2026 08:37 WIB

Dua Balita yang Diperdagangkan Online Mulai Teridentifikasi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 13 Okt 2018 17:17 WIB
Proses penyerahan balita korban perdagangan online di Polrestabes Surabaya.
Proses penyerahan balita korban perdagangan online di Polrestabes Surabaya.

jatimnow.com – Polrestabes Surabaya terus menyelidiki kasus perdagangan balita online yang menyebabkan tiga balita diperjual belikan. Hingga saat ini, baru satu balita yang berhasil ditemukan dan sudah dikembalikan kepada keluarganya.

Sedangkan dua anak lainnya belum ditemukan. Namun, pihak kepolisian sudah memastikan bahwa dua balita itu teridentifikasi keberadaannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan tiga balita yang diperdagangkan itu berdasarkan keterangan dari Alton Phinandhita Prianto (29). Warga Jalan Sawunggaling I Kavlingan No D-15, Jemundo, Sidoarjo itu merupakan pengelola akun instagram yang memperjualbelikan balita.

“Tentu fokus kami selanjutnya yaitu melacak keberadaan dua balita yang sudah terjual sebelum kasus ini kami bongkar," kata Sudamiran, Sabtu (13/10/2018).

Namun, ia memastikan bahwa anak buahnya sudah mengidentifikasi kebekeradaan kedua balita tersebut. Meskipun dia masih enggan menjelaskan secara detail.

"Kami masih bekerja. Mohon doanya agar semuanya bisa kami tuntaskan," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, informasi yang didapat jatimnow.com di lapangan menyebutkan jika terjualnya dua balita itu melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Alton hingga orang-orang di dalam maupun luar Kota Surabaya. Sebab akun instagram Alton, memang melayani konseling siapapun dan darimanapun.

Sebelum kasus ini dibongkar, ada sekitar 10 akun wanita yang intens berkomunikasi dengan Alton, baik melalui DM (direct massage) maupun whatsapp (WA). Dari percakapan yang berhasil diurai Unit Jatanras, 10 wanita itu berpeluang memperdagangkan anak-anaknya melalui Alton.

Diberitakan sebelumnya, Alton ditangkap bersama 3 tersangka lain, yaitu Lariza Anggraini (22) kos di Jalan Bulak Rukem Timur Gang 1-A, No. 31, Surabaya, yang merupakan ibu kandung balita laki-laki berumur 11 bulan yang hendak dipersiksa.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Kemudian Ni Ketut Sukawati (66) pensiunan bidan asal Lambing Simbang Kaja, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Bali yang berperan sebagai perantara serta Ni Nyoman Sirat (44) warga Sangging Sibang Kaja, Kab. Badung, Bali yang membeli balita laki-laki itu.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.