Selasa, 28 Jul 2026 01:20 WIB

Dua Balita yang Diperdagangkan Online Mulai Teridentifikasi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 13 Okt 2018 17:17 WIB
Proses penyerahan balita korban perdagangan online di Polrestabes Surabaya.
Proses penyerahan balita korban perdagangan online di Polrestabes Surabaya.

jatimnow.com – Polrestabes Surabaya terus menyelidiki kasus perdagangan balita online yang menyebabkan tiga balita diperjual belikan. Hingga saat ini, baru satu balita yang berhasil ditemukan dan sudah dikembalikan kepada keluarganya.

Sedangkan dua anak lainnya belum ditemukan. Namun, pihak kepolisian sudah memastikan bahwa dua balita itu teridentifikasi keberadaannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan tiga balita yang diperdagangkan itu berdasarkan keterangan dari Alton Phinandhita Prianto (29). Warga Jalan Sawunggaling I Kavlingan No D-15, Jemundo, Sidoarjo itu merupakan pengelola akun instagram yang memperjualbelikan balita.

“Tentu fokus kami selanjutnya yaitu melacak keberadaan dua balita yang sudah terjual sebelum kasus ini kami bongkar," kata Sudamiran, Sabtu (13/10/2018).

Namun, ia memastikan bahwa anak buahnya sudah mengidentifikasi kebekeradaan kedua balita tersebut. Meskipun dia masih enggan menjelaskan secara detail.

"Kami masih bekerja. Mohon doanya agar semuanya bisa kami tuntaskan," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara itu, informasi yang didapat jatimnow.com di lapangan menyebutkan jika terjualnya dua balita itu melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Alton hingga orang-orang di dalam maupun luar Kota Surabaya. Sebab akun instagram Alton, memang melayani konseling siapapun dan darimanapun.

Sebelum kasus ini dibongkar, ada sekitar 10 akun wanita yang intens berkomunikasi dengan Alton, baik melalui DM (direct massage) maupun whatsapp (WA). Dari percakapan yang berhasil diurai Unit Jatanras, 10 wanita itu berpeluang memperdagangkan anak-anaknya melalui Alton.

Diberitakan sebelumnya, Alton ditangkap bersama 3 tersangka lain, yaitu Lariza Anggraini (22) kos di Jalan Bulak Rukem Timur Gang 1-A, No. 31, Surabaya, yang merupakan ibu kandung balita laki-laki berumur 11 bulan yang hendak dipersiksa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kemudian Ni Ketut Sukawati (66) pensiunan bidan asal Lambing Simbang Kaja, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Bali yang berperan sebagai perantara serta Ni Nyoman Sirat (44) warga Sangging Sibang Kaja, Kab. Badung, Bali yang membeli balita laki-laki itu.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.