Rabu, 10 Jun 2026 15:29 WIB

Gaduh di Kandang Banteng, Pengamat: Tidak Lazim

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

jatimnow.com - Polemik gaji ke 13 hingga isu pembatasan peliputan membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat tekanan. Namun tekanan datang bukan dari luar partainya, justru politisi PDI Perjuangan seniorlah yang paling vokal.

Perseteruan politik antar kader yang dipertontonkan di media dikhawatirkan akan memiliki dampak bagi masa depan partai, terutama di Kota Pahlawan  yang merupakan basis PDI Perjuangan atau kandang Banteng ini.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Menurut saya kok nggak lazim ya. Sesama kader utama saling serang dan sindir, itu bisa kontraproduktif tidak hanya untuk kedua kader, tetapi juga bagi PDIP di Surabaya,"  tegas Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, Sabtu (13/10/2018).

Ia menduga, terjadinya perseteruan sesama kader itu menunjukkan adanya kebuntuan komunikasi di antara mereka.

Media-media mengulas Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan Bambang DH mempertanyakan gaji ke 13 bagi pegawai Pemkot Surabaya yang belum dibayar. Risma pun memberi jawaban.

Baca Juga:

 

Sumber: SBOTV Surabaya

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Jika dicermati memang ada kesan motif men-downgrade Risma lebih nampak, kendati isu yang ditanyakan Pak Bambang juga masuk akal, tetapi sebagai sesama kader utama itu tidak lazim," tuturnya.

Surokim mengatakan, harus diakui tren Risma sebagai pemimpin perempuan relatif bergaung di internal PDI Perjuangan. Juga publik telah melihat kemampuan Risma mengubah Surabaya.

"Efek The Power of Emak-emak perempuan juga bisa berdampak pada peluang kader-kader senior untuk bersaing semakin sengit dan juga menjadi ancaman," katanya.

"Menurut saya, selalu ada motif dan sebab yang tidak tunggal. Apalagi faksi-faksi PDIP juga mulai terlihat untuk merebut panggung sejak awal baik terkait Wali Kota Surabaya maupun kepemimpinan DPD PDIP Jatim," ujarnya.

Baca Juga: Foto: Parade Bunga dan Spot Light Surabaya Vaganza 2026

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini melihat faksi Risma memang tidak kuat di PDI Perjuangan. Tetapi k, kata dia, sebagai sesama pemimpin perempuan, Mega dan Risma memiliki kemiripan dan chemistry.

"Khususnya menyangkut keteguhan prinsip yang diyakini dan gaya memimpin tentu itu diwaspadai banyak pihak yang menganggap Bu Risma sebagai rival dan pesaing potensial," terangnya.

Ia berharap, polemik antara Risma dan Bambang DH itu tidak semakin vulgar dipertontonkan ke publik karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi citra PDI Perjuangan pada Pemilu 2019.

"Karena akan memberi insentif negatif tidak hanya bagi keduanya, tetapi juga bagi PDIP menghadapi pileg (pemilu legislatif) 2019," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.