Jumat, 12 Jun 2026 18:57 WIB

Ini Kiat Anak Penjual Cilok Raih Wisudawan Terbaik Unair

Nur Syamsiyah dan dua orang tuanya saat diundang Rektor Unair
Nur Syamsiyah dan dua orang tuanya saat diundang Rektor Unair

jatimnow.com - Keterbatasan ekonomi tak membuat Nur Syamsiah, anak pedagang cilok (jajanan dari bahan tepung) di Surabaya ini patah arang. Dengan ketekunan, Nur berhasil meraih predikat wisudawan terbaik S1 Fisip Unair dengan IPK 3,90. Bagaimana kiat-kiat Nur Syamsiyah selama mendapatkan prestasi itu?

Menurut Nur, meski ia bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu empat tahun. Mahasiswa asal Pagesangan Surabaya itu, juga aktif di unit kegiatan mahasiswa.

"Dari semester satu saya juga sudah mengatur timeline perkuliahan. Semester 1-2 saya gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus. Aktif di organisasi Mapanza, AUBMO (Organisasi Bidikmisi UNAIR), selanjutnya berusaha aktif di luar kampus," terang Nur Syamsiyah, Rabu (10/10/2018).

Baca Juga:

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ia mengaku, selama kuliah di Unair gadis berkerudung itu mendapatkan banyak hal. Selain ilmu, ia juga sering mengikuti perlombaan guna menyalurkan ide dan gagasannya.

"Tahun 2015 menjadi koordinator VEDHA (Viva Education of Drugs and HIV-AIDS) Jawa Timur. Dan pada perlombaan itu saya paling suka mengikuti lomba debat disana saya belajar banyak cara mengungkapkan pendapat dan argumen. Dan melalui debar itu saya bisa meyakinkan orang lain bahwa solusi yang saya tawarkan adalah solusi terbaik," paparnya.

Sementara ditanya terkait tawaran yang diberikan Rektor Unair untuk melanjutkan studi S2 di Unair tanpa tes dan gratis SPP tiap semesternya. Ia mengaku sangat terhormat, namun ia ingin berkuliah di Swedia.

"Sebenarnya saya ingin bisa S2 di Swedia. Ada universitas impian saya, Lund University yang saya ingin ambil, studi tentang pembangunan. Tapi peluang studi di S2 yang diberikan Pak Rektor mungkin adalah kehormatan luar biasa bagi saya. Insha Allah akan saya pertimbangkan," pungkasnya.

Sementara itu, Erna, Ibu Nur Syamsi mengatakan, selama 20 tahun, Sutrisno membiayai pendidikan anak-anaknya dengan bekerja sebagai penjual cilok.

"Ada rasa syukur, bangga yang tidak bisa diungkapkan karena bisa diundang rektor. Syam ini punya semangat, walau dari keluarga tidak mampu. Saya selalu berpesan, meski dari orang tidak mampu, kamu harus tunjukkan bahwa kamu bisa seperti lainnya," tutur Erna.


Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.