Kamis, 23 Jul 2026 17:10 WIB

Terobosan Terapi Anak Panti Asuhan dengan Pendekatan Psikologi Jawa

  • Penulis :
  • | Jumat, 18 Jul 2025 18:21 WIB
Aqila Syahira, bersama Sofia Rahma, Berliana Shafira, dan Azizah Fitri Syariefah. Foto: Humas Unair
Aqila Syahira, bersama Sofia Rahma, Berliana Shafira, dan Azizah Fitri Syariefah. Foto: Humas Unair

jatimnow.com - Empat mahasiswa Psikologi UNAIR berhasil mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Fokus penelitian mereka tak kalah penting, yaitu kesejahteraan psikologis anak-anak panti asuhan yang jadi kelompok rentan.

Baca Juga: Teliti Berita Olahraga Al Jazeera, Mahasiswa UINSA Kaji Tindak Tutur Ilokusi

Ketua tim, Aqila Syahira, bersama Sofia Rahma, Berliana Shafira, dan Azizah Fitri Syariefah, dibimbing dosen Bani Bacan Hacantya, mengangkat tema terapi integratif yang menggabungkan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dengan falsafah Jawa yang dikenal dengan istilah nrimo ing pandum, sikap menerima dengan lapang dada.

“Dari pengamatan kami di masyarakat, anak-anak panti asuhan itu sering tampak kurang percaya diri, bahkan kerap mendapat stigma negatif dan ejekan. Dari situ kami kumpulkan data dan fakta untuk mendukung gagasan terapi ini,” ujar Aqila.

Penelitian itupun menghadirkan terobosan lewat integrasi pendekatan psikologis modern dengan kebijaksanaan lokal yang akrab di masyarakat Jawa.

Namun, Jalan untuk menerapkan terapi ini secara efektif tidak mudah. Tim menyadari tantangan besar berupa bias dan pelaksanaan program yang maksimal.

“Kami antisipasi dengan membangun kerja sama erat bersama wali panti, psikolog, dan pihak terkait lain. Kami juga menyiapkan rancangan intervensi yang sederhana tapi tetap efektif,” jelas Aqila menegaskan.

Baca Juga: Riset Bocah SD Sidoarjo, Air Hujan dan Gelas Kertas Ternyata Berisi Plastik

Apabila terapi ini terbukti efektif, dampaknya besar bagi anak-anak panti asuhan. Mereka diharapkan bisa tumbuh lebih optimis dan merasa diterima di tengah masyarakat, yang juga akan didorong untuk mengurangi stigma negatif terhadap anak panti.

“Harapannya, masyarakat dan pemerintah makin sadar untuk memperlakukan mereka dengan lebih positif. Kalau penelitian ini berhasil, kami ingin hasilnya bisa diterapkan lebih luas,” tambah Aqila.

Tak hanya berhenti di sini, Aqila menargetkan publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi sebagai luaran wajib PKM RSH agar penelitiannya bisa dikenal dan diadopsi secara luas.

“Dengan adanya artikel ilmiah, penelitian ini bisa jadi referensi bagi peneliti lain dan manfaatnya tersebar lebih luas,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Magister Teknik Sipil Untag Surabaya Unjuk Gigi di IPCCE 2025 ITB

Aqila juga berharap stigma negatif terhadap anak panti asuhan dapat perlahan terhapus.

“Perlu kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat supaya citra anak panti jadi lebih positif dan mereka dapat menerima diri dengan baik serta tetap optimis menjalani hidup,” pungkasnya.

Kontributor: Ali Masduki

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.