Kamis, 23 Jul 2026 07:18 WIB

Pendidikan Jadi Kunci Pemutusan Mata Rantai Kemiskinan

Arif Fathoni
Arif Fathoni

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyoroti pentingnya pendidikan sebagai strategi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan. Sebab, bagi dia pemutusan mata rantai kemiskinan ini tidak melulu tentang pemberian bantuan saja. 

"Orang bijak mengatakan, memutus rantai kemiskinan itu tidak cukup dengan bansos. Kuncinya pendidikan. Kalau sektor pendidikan disentuh serius, efeknya akan panjang," ujar Fathoni. 

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Apalagi, legislator dari Fraksi Golkar itu menambahkan, pemerintah pusat saat ini punya program sekolah rakyat. Program ini menurut dia memiliki tujuan filosofis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Harapannya, sekolah rakyat ini bisa diangkat juga oleh pemerintah kota sebagai peluang untuk bersama-sama memutus rantai kemiskinan di Surabaya. 

"Artinya program pemerintah pusat ini harus kita fasilitasi dengan baik melalui sektor pendidikan. Kemudian pemerintah kota juga melakukan intervensi agar penanganan kemiskinan ini tidak melulu soal memberikan bantuan tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru dengan situasi global yang masih belum menentu ini," tuturnya. 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

Ia mencontohkan situasi saat pandemi COVID-19. Saat ekonomi runtuh, masyarakat yang bisa cepat beradaptasi dan melek digital akhirnya survive lewat ekonomi kreatif. Menurutnya, momentum tersebut harus diulang di masa ketidakpastian global hari ini.

"Program pemerintah pusat ini juga harus menjadi rujukan dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga ketika nanti DPRD sudah membentuk pansus, paling tidak baik DPRD maupun eksekutif punya pandangan yang sama terkait situasi geopolitik global, pergantian presiden, itu menjadi faktor referensi utama dalam penyusunan RPJMD," ujarnya. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Anak Buah Eri Cahyadi: Jangan Manja, Kerja Nunggu Viral

Lebih jauh, dia menekankan bahwa RPJMD mendatang harus menjawab kebutuhan zaman, bukan sekadar menunaikan janji kampanye. 

"Situasi hari ini harus jadi referensi utama. Tapi bukan berarti visi-misi kepala daerah diubah. Justru harus diterjemahkan dengan cara yang realistis dan bisa diimplementasikan dengan baik," pungkasnya. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.