Minggu, 07 Jun 2026 07:30 WIB

Pendidikan Jadi Kunci Pemutusan Mata Rantai Kemiskinan

Arif Fathoni
Arif Fathoni

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyoroti pentingnya pendidikan sebagai strategi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan. Sebab, bagi dia pemutusan mata rantai kemiskinan ini tidak melulu tentang pemberian bantuan saja. 

"Orang bijak mengatakan, memutus rantai kemiskinan itu tidak cukup dengan bansos. Kuncinya pendidikan. Kalau sektor pendidikan disentuh serius, efeknya akan panjang," ujar Fathoni. 

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Apalagi, legislator dari Fraksi Golkar itu menambahkan, pemerintah pusat saat ini punya program sekolah rakyat. Program ini menurut dia memiliki tujuan filosofis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Harapannya, sekolah rakyat ini bisa diangkat juga oleh pemerintah kota sebagai peluang untuk bersama-sama memutus rantai kemiskinan di Surabaya. 

"Artinya program pemerintah pusat ini harus kita fasilitasi dengan baik melalui sektor pendidikan. Kemudian pemerintah kota juga melakukan intervensi agar penanganan kemiskinan ini tidak melulu soal memberikan bantuan tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru dengan situasi global yang masih belum menentu ini," tuturnya. 

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Ia mencontohkan situasi saat pandemi COVID-19. Saat ekonomi runtuh, masyarakat yang bisa cepat beradaptasi dan melek digital akhirnya survive lewat ekonomi kreatif. Menurutnya, momentum tersebut harus diulang di masa ketidakpastian global hari ini.

"Program pemerintah pusat ini juga harus menjadi rujukan dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga ketika nanti DPRD sudah membentuk pansus, paling tidak baik DPRD maupun eksekutif punya pandangan yang sama terkait situasi geopolitik global, pergantian presiden, itu menjadi faktor referensi utama dalam penyusunan RPJMD," ujarnya. 

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Lebih jauh, dia menekankan bahwa RPJMD mendatang harus menjawab kebutuhan zaman, bukan sekadar menunaikan janji kampanye. 

"Situasi hari ini harus jadi referensi utama. Tapi bukan berarti visi-misi kepala daerah diubah. Justru harus diterjemahkan dengan cara yang realistis dan bisa diimplementasikan dengan baik," pungkasnya. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.