Kamis, 23 Jul 2026 07:56 WIB

Program Sekolah Rakyat, Ini Respons Dukungan Anggota DPRD Jatim

  • Penulis :
  • | Kamis, 13 Mar 2025 08:00 WIB
Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur. (Foto: dok. jatimnow.com)
Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Sekolah Rakyat yang dicetuskan Presiden Prabowo mendapat respons positif dari para anggota DPRD Jatim. Pada intinya para wakil rakyat, terutama dari Komisi E, ini memberi dukungan. Namun tetap juga memberi masukan agar program tersebut bisa direalisasikan dengan baik.

Bahkan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indarparawansa juga telah meminta agar didirikan 40 Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Siap Kawal Keberhasilan Program Sekolah Rakyat

Anggota Komisi E, Rasiyo, menyatakan pendirian sekolah ini sangat bermanfaat dalam upaya pengentasan kemiskinan di provinsi tersebut.

"Tentunya ini sangat bermanfaat, terutama sebagai bagian dari pengentasan kemiskinan di Jawa Timur,” kata Rasiyo, beberapa waktu lalu.

Sekolah Rakyat ini, lanjutnya, akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan lengkap, termasuk mess atau penginapan bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.

Sekolah ini dirancang khusus untuk masyarakat kurang mampu, dengan penerimaan siswa berdasarkan data dari Dinas Sosial Jawa Timur.

"Semua fasilitas akan diberikan secara gratis, termasuk biaya pendidikan, bagi mereka yang berhak sesuai dengan kategori yang ditentukan," tambah Rasiyo, yang juga mantan Kadiknas Jawa Timur.

Baca Juga: Awali Tahun Ajaran Baru, 30 Siswa Sekolah Rakyat Kota Probolinggo Ikuti MPLS

Anggota Komisi E lainnya, Puguh Wiji Pamungkas, memberika masukan pentingnya tata kelola yang jelas agar program ini tidak tumpang tindih dengan sekolah-sekolah yang sudah ada.

"Secara konsep, program ini bagus untuk masyarakat Jawa Timur, terutama dengan angka kemiskinan yang mencapai 3,9 juta jiwa. Tetapi yang perlu dicermati adalah bagaimana tata laksana dan tata kelola Sekolah Rakyat ini nantinya, supaya tidak berbenturan dengan sekolah-sekolah yang sudah berjalan dan menerima berbagai program dari pemerintah," ujar Puguh.

Ia juga menyoroti aspek implementasi program ini, terutama terkait beban operasional dan alokasi anggaran.

Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Kota Kediri Masih Tersedia, Warga Desil 3-4 Boleh Daftar

"Perlu diperjelas, beban pelaksanaan Sekolah Rakyat ini ada di siapa? Apakah leading sektornya tetap di Kementerian Sosial atau ada peran dari APBD? Jangan sampai ada irisan yang tidak jelas dengan SD, SMP, atau SMA yang sudah ada," jelasnya.

Cahyo Harjo Prakoso, anggota Komisi E dari Fraksi Gerindra menegaskan, program Sekolah Rakyat perlu dibahas secara teknis detailnya agar dapat terlaksana dengan baik di bawah.

"Setahu kami, sekolah rakyat kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan daerah. Dalam artian sekolah ini akan mencetak generasi muda yang cocok dengan kebutuhan perkembangan industri atau kebutuhan ekonomi wilayah masing-masing,” terang Cahyo. (ADV)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.