Kamis, 23 Jul 2026 02:16 WIB

Kedai Nostalgia, Sulap Barang Bekas jadi Kafe Retro di Bojonegoro

Salah satu spot favorit pengunjung (foto: zaqi for jatimnow.com)
Salah satu spot favorit pengunjung (foto: zaqi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah maraknya kafe masa kini model industrial dan modern, hadir kafe dengan konsep "recycle" alias daur ulang barang bekas menjadi properti. Kedai yang unik ini bernama Kedai Nostalgia.

Hadir di tengah pemukiman di Desa Tlumbung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Kedai Nostalgia sukses mencuri perhatian anak muda dengan gagasan daur ulang limbah menjadi properti.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Properti yang dipakai terdiri dari ban mobil bekas, krat minuman, hingga limbah kayu. Pengunjung pun akan dimanjakan suasana menarik karena duduk dan bersandar di properti yang tak wajar.

Keseruan pengunjung menikmati suasana retro di Kedai Nostalgia (foto: zaqi for jatimnow.com)Keseruan pengunjung menikmati suasana retro di Kedai Nostalgia (foto: zaqi for jatimnow.com)

Untuk kursi, kedai ini menggunakan ban mobil bekas yang dianyam menggunakan tali tambang. Anyaman tambang dan empuknya karet ban membuat kursi terasa nyaman saat di duduki. Anda dijamin tak bosan untuk beranjak.

Selain kursi, kedai ini juga memanfaatkan kayu limbah palet yang di daur ulang menjadi meja, yang menambah suasana retro kafe tersebut.

Pengelola Kedai Nostalgia, Nailis Saadah mengungkapkan, ide unik menggunakan barang bekas sebagai properti ini muncul dari banyaknya limbah di rumahnya.

"Entah dinamai limbah atau barang bekas ya. Ban-ban mobil ini kalau mau buang repot, di buang juga sulit, mau buangnya kemana, di bakar apalagi," ucap Nailis, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Selain penggunaan barang bekas sebagai properti. Kedai ini juga berdiri di sebuah bangunan kuno atau jaman dulu (jadul). Kesan kuno ini nampak dari spot yang ditonjolkan oleh pengelola kafe.

Properti area outdoor berbahan ban bekas dan krat minuman, lengkap dengan hiasan lampu dan tanaman (foto: zaqi for jatimnow.com)Properti area outdoor berbahan ban bekas dan krat minuman, lengkap dengan hiasan lampu dan tanaman (foto: zaqi for jatimnow.com)

Nailis mengakui, kedai ini ia konsep menjadi kafe tumbuh. Alias kafe yang akan berubah seiring berjalannya waktu.

Suasana teduh ala pedesaan di tambah bangunan tua membuat suasana kerja, mengerjakan tugas, hingga nongkrong terasa lebih betah untuk berlama-lama.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

"Kita memang menyuguhkan suasana pulang. Pulang ke rumah bapak, mudik, pulang ke rumah orang tua," jelas Nailis.

Nailis menambahkan, kedai-nya buka dari jam 09.00 WIB hingga 02.00 WIB. Dengan menu seadanya, namun bikin nagih. Ia tak membeber detail menu unggulan yang ia suguhkan di kedai tersebut.

Ia hanya mengatakan, kedai tersebut akan menciptakan signature menu setiap harinya.

"Nggak ada yang istimewa dari menu kami. Tapi di jamin pesan lagi," tandas alumnus Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.