Senin, 27 Jul 2026 21:55 WIB

Sakit Hati dan Cemburu jadi Motif Pelaku Mutilasi Ngawi

Polda Jatim saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaku kasus mutilasi. (Foto: Munir/jatimnow.com)
Polda Jatim saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaku kasus mutilasi. (Foto: Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Pol Farman mengungkap motif pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Uswatun Hasanah (29) yang tubuhnya ditemukan dalam koper merah di Desa Dadapan Kecamatan Kendal, Ngawi.

Diketahui perempuan asal Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini tewas mengenaskan akibat dibunuh oleh teman prianya, Rohmad Tri Hartanto alias A (32) asal Tulungagung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Farman menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa motif pelaku menghabisi nyawa korban lantaran cemburu dan sakit hati terhadap perkataan dan perilaku korban.

Menurut pengakuan pelaku, korban ini kerap memasukkan laki-laki lain dalam kamar kosnya atau berselingkuh.

Selain itu, pelaku juga mengaku sakit hati akibat perkataan korban yang mengolok anak perempuan pelaku dengan perkataan tidak pantas. Hingga berucap doa agar kelak sang anak ketika sudah dewasa menjadi wanita penghibur alias PSK.

"Motif pertama ini karena sakit hati dan cemburu," ujar Farman.

Selain hal itu, lanjut Farman, dari pengakuan pelaku, korban katanya kerap meminta uang kepada pelaku. Bahkan pelaku juga telah menyiapkan uang senilai Rp1 juta untuk korban, saat perjumpaan keduanya di sebuah hotel di Kediri.

"Sementara motif lainnya adalah korban tidak terima karena pelaku memiliki anak yang kedua. Sehingga, dari korban sendiri sempat melontarkan supaya pelaku ini menghilangkan anak keduanya,” bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Farman juga mengungkapkan bahwa, tindakan mutilasi tersebut dilakukan sebab pelaku kesulitan membawa jasad korban. Pada saat jasad dimasukkan dalam koper ternyata tidak muat sehingga pelaku memotong beberapa bagian tubuh korban lalu membuangnya di tiga tempat yang berbeda.

Sementara itu, hubungan antara korban dengan pelaku disebut polisi hanyalah sebatas teman dekat alias selingkuhan dari pelaku. Sebab diketahui pelaku sudah beristri dan mempunyai anak.

Selain pelaku, ungkap Farman, berdasarkan rekaman kamera CCTV ada dua orang yang diduga ikut berperan terkait peristiwa pembunuhan itu. Satu saksi yang lainnya sudah amankan dan diperiksa untuk mendalami perannya. Saksi tersebut diketahui masih berkerabat dengan pelaku.

"Sementara pengakuannya, dia (saksi) hanya diminta untuk menjemput dan mengantarkan tersangka," jelasnya.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya koper warna merah yang digunakan sebagai wadah pada saat membuang tubuh korban.

Kemudian, seutas tali, sebilah pisau untuk memutilasi korban, pakaian dalam korban, baju, seprei dan mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi AG 1078 PB milik korban, mobil Toyota Vios, mobil Toyota Avanza, HP iPhone dan Samsung milik korban, HP Oppo milik tersangka, kaus dan celana tersangka.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 KUHP ayat 3 dan Pasal 365 ayat 3 KUHP.

"Ancaman hukumannya maksimal (hukuman) mati atau seumur hidup," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.