Senin, 08 Jun 2026 17:45 WIB

Banjir Melanda, Waspadai Penyakit-penyakit Ini

  • Penulis :
  • | Jumat, 27 Des 2024 11:14 WIB
Ilustrasi. Banjir yang kini banyak melanda wilayah Indonesia. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. Banjir yang kini banyak melanda wilayah Indonesia. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Indonesia menyebabkan terjadinya bencana banjir dengan intensitas yang cukup besar. Selain merusak harta benda, banjir juga menimbulkan risiko penyebaran berbagai penyakit.

Air luapan banjir yang bercampur dengan sampah, kotoran hewan, dan kotoran manusia menjadi media penyebaran berbagai patogen penyebab penyakit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) UM Surabaya, Vella Rohmayani, menjelaskan bahwa bencana banjir menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit.
Parasit-parasit ini berfungsi sebagai vektor penularan penyakit, dan dapat menyebabkan kontaminasi pada penyediaan air bersih, yang memperburuk risiko infeksi.

"Sanitasi lingkungan yang buruk dan akses terbatas ke air bersih sangat mempengaruhi tingkat penularan penyakit dari berbagai agen infeksius," ujar Vella di laman resmi UM Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Di antara penyakit yang rentan menyerang saat banjir, diare merupakan yang paling umum. Genangan air yang meluas membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti makan, minum, dan mandi, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan air.

Penyakit lain yang juga sering muncul adalah demam tifoid, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang tercampur dalam air yang terkontaminasi.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Selain diare dan demam tifoid, penyakit lain yang sering muncul selama musim hujan dan banjir meliputi demam berdarah (DBD), malaria, disentri, dan kolera. Penyakit-penyakit ini biasanya ditularkan melalui vektor serangga seperti nyamuk, kecoa, dan lalat, yang berkembang biak dengan subur di area yang tergenang air. Kondisi banjir meningkatkan jumlah tempat perindukan serangga, memperburuk penyebaran penyakit tersebut.

Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sanitasi dan kebersihan lingkungan selama musim hujan, serta menjaga akses terhadap air bersih untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.