Kamis, 11 Jun 2026 05:12 WIB

Puting Beliung Terjang Surabaya, Ini Penjelasan BMKG Juanda

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi sedang bertugas. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi sedang bertugas. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puting beliung menerjang beberapa wilayah di Surabaya dan Sidoarjo pada Jumat (29/11/2024) sore. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo menyampaikan penjelasannya.

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi mengatakan angin puting beliung mempunyai ciri-ciri khusus yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Angin puting beliung terjadi sebelum terjadinya hujan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Jadi ketika awan itu mengalami fase matang, dia akan mengeluarkan sebagian energi berupa hujan dan angin. Angin itu nanti tergantung kondisi lingkungan, yang kemarin terjadi di Sidoarjo dan Surabaya, kondisi lingkungan memungkinkan terjadinya puting beliung," ucap Rendy, Sabtu (30/11/2024).

Lebih lanjut, ia mengatakan ciri akan terjadinya potensi puting beliung biasanya terdapat pertumbuhan awan Cumulonimbus. Awan berbentuk bunga kol berwarna hitam yang cukup besar.

"Tetapi nanti terlihat di daerah langit ada yang tidak tertutup awan atau masih cerah dan terang, biasanya potensinya cukup tinggi untuk terjadinya angin kencang hingga puting beliung dengan kecepatan angin berkisar antara 20 sampai 35 kilometer per jam," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut Rendy, tempat-tempat yang terjadi puting beliung biasanya di wilayah dengan kondisi terbuka dan luas dengan perbedaan suhu yang cukup signifikan.

"Kejadian puting beliung kemarin dengan keadaan awan memanjang, ada sebagian wilayah yang tidak hujan di dekat situ, kondisi tersebut menyebabkan perbedaan yang signifikan sehingga angin menjadi berputar karena perbedaan suhu dan tekanan sehingga anginnya tidak sama," ungkapnya.

Rendy mengimbau warga masyarakat di awal musim penghujan untuk menghindari tempat terbuka. Juga mewaspadai pertumbuhan awan Cumulonimbus masif dan besar akan kemungkinan terjadinya angin puting beliung, angin kencang dan hujan es cukup tinggi.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Harap berhati-hati untuk yang sedang berkendara, berteduh jangan di bawah jembatan atau baliho. Yang sedang berada di ruang terbuka seperti sawah dan lainnya sebaiknya berteduh hindari ruang terbuka karena potensi samberan petir juga cukup tinggi," pungkas Rendy.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.