Minggu, 07 Jun 2026 05:03 WIB

Kisah Kereta Api Terakhir Surabaya di Stasiun Gubeng

Aksi teatrikal Kereta Api Terakhir Surabaya di Stasiun Gubeng. (Foto: KAI/jatimnow.com)
Aksi teatrikal Kereta Api Terakhir Surabaya di Stasiun Gubeng. (Foto: KAI/jatimnow.com)

jatimnow.com - Stasiun Surabaya Gubeng menjadi saksi kunci pertempuran besar 79 tahun silam, yang terjadi di Kota Surabaya pada Bulan November 1945. 

KAI Daop 8 Surabaya menggandeng komunitas Begandring Surabaya menyuguhkan teatrikal yang menceritakan sejarah 'Kereta Api Terakhir Surabaya' di Stasiun Surabaya Gubeng sisi barat, Minggu (17/11/2024).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, mengatakan teatrikal ini melibatkan 100 peserta dari komunitas Begandring, serta 200 peserta yang merupakan pekerja Daop 8 Surabaya. 

Teatrikal ini juga bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan dan patriotisme warga Surabaya pada saat terjadinya perang di Surabaya, yang terjadi pada tanggal 17 - 20 November 1945.

"Teatrikal ini menceritakan dalam aksi penyelamatan sekitar 3.000 korban dan pasien RS Simpang ke luar Kota Surabaya, dan menjadikan Stasiun Surabaya Gubeng sebagai titik tolak keberangkatan,” ucap Wisnu.

KAI Daop 8 Surabaya berharap, teatrikal 'Kereta Api Terakhir Surabaya' ini bisa menjadi membawa pesan moral kepahlawanan para pejuang Surabaya, kepada calon pelanggan yang saat ini didominasi oleh Generasi Milenial maupun Gen-Z.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Kereta Api Terakhir Surabaya bukan hanya sekedar drama sejarah, tetapi juga sebuah refleksi tentang keberanian, solidaritas, dan perjalanan para Pejuang dari Kota Surabaya dalam menghadapi ketidakpastian dan kesulitan," terangnya.

Reka ulang Kereta Api Terakhir Surabaya dilakukan untuk menghormati jasa besar jawatan kereta api dan tenaga kesehatan yang melakukan evakuasi pada 3.000 korban pertempuran Surabaya, dari Rumah Sakit Simpang ke Stasiun Gubeng, untuk selanjutnya menuju ke daerah aman.

Evakuasi dilakukan selama 3 malam, mulai dari jam 19.00 sampai dengan 02.00 dari tanggal 17 sampai dengan 20 November 1945.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Evakuasi kali ini dilakukan ditengah bayang-bayang tembakan mortir dan meriam Inggris. Serta dalam keadaan gelap gulita, hanya nyala temaran lilin didalam Stasiun Gubeng yang menjadi penerang utama.

Tandu-tandu berisi korban, perlengkapan Chirug dan alat-alat kesehatan, diangkut menuju Stasiun Gubeng, berjejas-jejas Kereta Api Revolusi silih berganti keluar masuk Stasiun.

"Pada hari ini, Minggu, 17 November 2024, kita melakukan reka ulang peristiwa yang benar-benar terjadi di Surabaya, ditanggal yang sama 79 tahun lalu," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.