Kamis, 11 Jun 2026 17:45 WIB

39,17 Persen Anak di Surabaya Menderita Refraksi Mata

Para dokter mata Eyelink Group kampanye jaga kesehatan mata. (Foto: Eyelink for jatimnow.com)
Para dokter mata Eyelink Group kampanye jaga kesehatan mata. (Foto: Eyelink for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gangguan pengelihatan pada anak kini menjadi permasalahan yang sangat serius. Sedikitnya 39,17 persen anak di Surabaya telah menderita keluhan refraksi seperti mata minus dan silinder.

Melihat hal itu para tenaga medis dari Eyelink Group turun ke jalan untuk kampanye pentingnya menjaga kesehatan mata.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Di momen ini, Eyelink berinisiatif mengadakan tes kesehatan mata secara online melalui https://melihatlebihjelas.id/

Mereka juga memampang poster ajakan untuk menyadarkan para orang tua menjaga kesehatan mata sang anak.

"Jarang periksa karena merasa sehat, ternyata setelah tes online masih sehat. Tapi walaupun hasilnya normal tetap perlu periksa ke dokter untuk memastikan. Nanti tesnya saya share ke cucu, biar dia bisa tes juga, soalnya sering pake gadget," tutur Ni Ketut, salah satu pengguna jalan yang melintas, Kamis (10/10/2024).

Sementara dokter spesialis mata National Eye Center (NEC) dr Diaz Alamsyah Sudiro, SpM menjelaskan, World Sight Day memang diperingati setiap Kamis kedua di bulan Oktober.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Peringatan ini menjadi momen yang sangat tepat untuk menyadarkan para orang tua untuk lebih peduli pada kesehatan mata anak.

"Kasus kelainan refraksi pada anak saat ini memang cukup tinggi, dan di klinik mata kami juga menjadi salah satu keluhan tertinggi selain Katarak,” tutur dr Diaz.

Dikatakannya, dari beberapa kegiatan pemeriksaan NEC di sekolah & lembaga pendidikan selama 2024, tercatat 39,17% anak di Surabaya telah menderita keluhan refraksi seperti mata minus dan silinder.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Kondisi ini bisa dikarenakan beberapa hal, dan salah satunya disebabkan oleh tingginya penggunaan gadget sejak dini.

"Pada catatan terakhir hasil pemeriksaan kita bersama sekolah, sebanyak 219 dari 559 anak-anak di Surabaya telah mengalami kelainan refraksi," tandasnya.

"Rata-rata di usia anak hingga remaja yang mana merupakan masa pertumbuhan. Ini merupakan kondisi yang sangat gawat karena jika tidak segera terdeteksi dan ditangani akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang dan belajar,” pungkas dr Diaz.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.