Kamis, 11 Jun 2026 04:29 WIB

Guru Mogok Mengajar, Puluhan Kepala Sekolah Datangi Kadindik Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 25 Sep 2018 17:31 WIB
Diskusi Kepala Sekolah di Blitar yang berlangsung panas
Diskusi Kepala Sekolah di Blitar yang berlangsung panas

jatimnow.com - Puluhan Kepala SD di Kabupaten Blitar berkumpul di Gedung PGRI. Rencananya, para Kepala Sekolah ingin menemui Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) terkait aspirasi dari para GTT/PTT.

Kadindik yang sedang Dinas Luar membuat para Kepsek yang juga masuk kedalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) berdiskusi menyamakan persepsi soal aksi mogok Masal yang dilakukan oleh para GTT/PTT Senin (25/09/2018) kemarin.

Namun diskusi ini berubah menjadi hujan interupsi serta diwarnai dengan nada tinggi. Bahkan beberapa waktu, sempat saling berteriak ingin mengemukakan pendapat. Rupanya kericuhan diskusi itu diakibatkan kesalahpahaman tentang aksi para GTT/PTT di salah satu kecamatan.

"Sebenarnya ini hanya Missed Komunikasi (salah paham) soal aksi kemarin. Ketua PGRI sudah meminta GTT /PTT untuk kumpul di tiap korwil. Nah, korwil Ponggok ini bingung nanti yang tanggung jawab siapa, yang nyuruh siapa. Padahal Ketua PGRI tadi sudah WA ke tiap korwil," kata Ketua Korwil Wonodadi, Shibrowi, Selasa (25/09/2018).

Aksi diskusi panas tersebut berlangsung sekitar satu jam. Pada dasarnya para Kepsek sangat mendukung aksi para GTT/PTT. Ini karena kondisi di lapangan sangat memprihatikan. Tiap SD hanya memiliki tiga ASN saja.

"Kalau para GTT/PTT aksi mogok, pendidikan pasti kolep kan. Makanya kami sangat mendukung aksi adek-adek GTT dan PTT," kata Shibrowi.

Usai diskusi ditutup, Ketua PGRI Kabupaten Blitar Muntohar membenarkan pernyataan Shibrowi bahwa memanasnya diskusi tersebut karena salah paham.

Dukungan kepada para GTT dan PTT itu juga disampaikannya. Menurut Muntohar, bila tak ada GTT dan PTT, sistem pembelajaran di tiap SD akan kolep.

"Nah undangannya itu saya minta agar Kepala SD di Kecamatan dan Ketua Cabang (PGRI) di Kecamatan itu menemui Kepala Dinas. Nah, nanti kita sampaikan kalau Ndak ada GTT dan PTT, pendidikan akan kolep," kata Muntohar.

Ia menambahkan, bila tak ada rekruitmen ASN dalam waktu dekat, maka dipastikan sistem pendidikan seluruh SD di Kabupaten akan lumpuh.

"ASN pendidik yang sekarang adalah angkatan tahun lahir 1959 sampai 1968 akan pensiun di 2022. Dan jumlahnya banyak. Kalau Ndak ada rekruitmen ASN, pasti akan lumpuh," pungkas Muntohar.
















Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.