Rabu, 08 Jul 2026 02:44 WIB

Prakiraan Cuaca Surabaya Minggu 1 September: Cerah Tapi Angin Berhembus Kencang

  • Penulis :
  • | Minggu, 01 Sep 2024 07:06 WIB
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan cuaca cerah hingga berawan menaungi Kota Surabaya, pada Minggu (1/9/2024).

Pagi ini, Kota Surabaya diprakirakan cerah. Namun menjelang siang, berangsur cerah berawan. Hingga malam hari cuaca cerah dan berawan datang silih berganti.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Suhu udara maksimal pada siang hari sekitar 34 derajat celcius. Sementara di malam hari suhu sekitar 24 derajat celcius.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Akhir Pekan Jatim: Tiga Daerah Selatan Waspada Hujan Lebat

Kelembapan udara 41-85 persen dan kecepatan angin cukup tinggi sekitar 24-34 km per jam.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.